Kecelakaan Bus di Tol Pemalang-Batang: 4 Tewas Saat Wisata ke Guci

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Kecelakaan Bus di Tol Pemalang-Batang: 4 Tewas Saat Wisata ke Guci

Kecelakaan Bus Wisata di Tol Pemalang-Batang, Empat Orang Tewas

Bus wisata yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kota Semarang, mengalami kecelakaan di Tol Pemalang-Batang saat sedang berwisata ke Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/10/2025) pagi. Kecelakaan ini menewaskan empat orang dan melukai belasan penumpang lainnya.

Bus dengan nomor polisi DK 9296 AH terguling di Tol Pemalang-Batang, tepatnya di offramp Simpang Susun Pemalang atau dekat Gerbang Tol Gandulan di KM 313 jalur B. Saat kejadian, bus membawa total 34 orang, termasuk tiga kru, yang merupakan anggota FKK Bendan Ngisor dan keluarga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Manager Teknik dan Operasi PBTR Yulian Fundra Kurnianto, saat melewati tikungan kiri menanjak di jalur keluar Tol Pemalang, kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman. Sopir diduga tidak mampu mengendalikan laju bus sehingga menabrak guardrail dan akhirnya terguling di area ROW (right of way), dengan posisi menghadap ke selatan.

Benturan keras menyebabkan beberapa kaca bus pecah dan membuat sejumlah penumpang terlempar keluar dari kendaraan. Hal ini memicu kepanikan di dalam bus.

Rem Blong, Penyebab Diduga

Kecelakaan tunggal ini diduga dipicu oleh rem bus yang tidak berfungsi. Sopir bus sempat memberi informasi kepada tour leader (TL) rombongan, Ryan (35), bahwa remnya mengalami masalah.

"Sopir sempat bilang remnya los, enggak bisa ngerem," ujar Ryan saat ditemui di RSU Siaga Medika Pemalang, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa bus melaju dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam dan tengah bersiap keluar dari gerbang tol.

"Awalnya enggak kenceng, soalnya baru mau keluar exit tol. Sudah mau belok, remnya tiba-tiba blong," ucapnya. Menurut Ryan, sopir mencoba mengendalikan laju kendaraan dengan menurunkan gigi dan menarik rem tangan, namun usaha tersebut sia-sia.

"Transmisi sudah dikurangi, rem tangan juga sudah main tapi remnya tetap enggak bisa," tuturnya. Ryan juga menyampaikan bahwa sebelum keberangkatan, bus dalam kondisi baik dan telah melalui pemeriksaan rutin.

Penanganan Kecelakaan

Kecelakaan ini masih dalam penanganan Polres Pemalang. Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Arief, menyatakan bahwa penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. "Kami akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah untuk menurunkan Tim TAA (Traffic Accident Analysis) guna memastikan apakah ada faktor kelalaian pengemudi atau kerusakan teknis," katanya.

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Pemalang, PBTR, BPBD, dan tim SAR melakukan evakuasi korban ke beberapa rumah sakit terdekat, seperti RSU Siaga Medika Pemalang dan RSI Al-Ikhlas Taman. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam karena beberapa penumpang sempat terjepit.

Data Korban Tewas

Dari pendataan, bus membawa 31 penumpang dan 3 kru, termasuk sopir serta kernet. Total ada 4 orang korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir dan kernet bus selamat dan sedang menjalani perawatan medis di IGD rumah sakit setempat.

Berikut data nama-nama korban yang meninggal dunia: - Komsyiah, warga Kecamatan Gajahmungkur. - Sri Fitriyati, warga Semarang. - Endah Cipta Ningrum, warga Semarang. - Abdul Ghofur, warga Semarang.

Pemkot Semarang langsung mengirim ambulans untuk menjemput jenazah korban meninggal. Keempat jenazah tiba di kantor Kelurahan Benda Ngisor sekitar pukul 21.45 dan selanjutnya dibawa ke rumah masing-masing untuk dimakamkan.

Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkot Semarang

Pemkot Semarang juga menyiagakan RSUD KRMT Wongsonegoro dan Rumah Sakit Mijen untuk menerima korban luka jika diperlukan pemindahan. Dari data Pemkot Semarang, satu korban mengalami luka berat dan 13 orang mengalami luka ringan. Sementara, 16 orang lainnya selamat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan bahwa Pemkot akan menanggung biaya pengobatan korban yang tidak tercover BPJS. "Bagi korban yang belum memiliki BPJS, Pemkot akan membantu melalui program Universal Health Coverage (UHC)," katanya. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban dan berharap korban yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta yang luka segera pulih.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan