jateng.aiotrade.app
Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kecelakaan bus yang menewaskan empat warga Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, di Exit Tol Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/10).
Agustina mengatakan bahwa begitu menerima laporan bahwa para korban berasal dari Kota Semarang, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan yang cepat dan efektif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya segera meminta Dinas Kesehatan untuk mengirimkan ambulans ke Pemalang,” ujarnya di Semarang, Sabtu (25/10).
Selain itu, Pemkot Semarang juga melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk memastikan proses pemulangan dan pemakaman berjalan lancar.
“Karena terkait pemakaman, kami meminta izin untuk memprioritaskan para jenazah kembali ke keluarganya masing-masing,” katanya.
Agustina juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit.
Pemkot akan membantu komunikasi dengan keluarga dan memastikan penanganan medis berjalan baik.
“Jika para korban perlu dirawat di sana, kami akan segera menyampaikan informasi kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Termasuk, pihaknya memastikan seluruh korban kecelakaan akan mendapat santunan dari Jasa Raharja.
“Kami akan memastikan warga yang menjadi korban mendapat jaminan kecelakaan dari Jasa Raharja. Jika jumlahnya lebih dari Rp20 juta, maka BPJS Kesehatan akan menanggungnya,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga menyiapkan fasilitas kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) bagi korban yang belum memiliki BPJS Kesehatan.
“Untuk para korban yang belum memiliki BPJS Kesehatan, Pemkot Semarang akan memfasilitasi dengan UHC,” katanya.
“Atas nama Pemkot Semarang, kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Semoga korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi-Nya dan korban yang mengalami luka segera kembali pulih,” tutupnya.
Diketahui, rombongan tersebut berasal dari Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Mereka rencananya akan melakukan perjalanan wisata ke kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal.
Dari total manifest penumpang sebanyak 31 orang ditambah tiga kru, bus tersebut mengangkut 34 orang. Sebanyak 16 orang dilaporkan selamat. Tiga belas di antaranya mengalami luka ringan, satu penumpang luka berat, dan empat lainnya meninggal dunia.