Kecelakaan Maut di Jalan Raya Cilangkap, Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Armada Jaklingko
Pada hari Rabu (12/11/2025) pagi, terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Seorang pengendara sepeda motor bernama Rahmat Juniarto tewas setelah terlindas armada Jaklingko. Korban yang berpelat nomor B 4531 TBV meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat pada kepala, wajah, tangan, dan kaki.
Kecelakaan ini terjadi ketika korban sedang melaju dari arah berlawanan dan mencoba menyalip sepeda motor lain. Diduga, korban mengalami senggolan dengan pengemudi sepeda motor lain, sehingga kehilangan kendali dan jatuh ke ruas jalan. Akibatnya, korban terlindas oleh armada Jaklingko berpelat nomor B 1826 WV yang sedang melintasi jalan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pengemudi Jaklingko, Saptani, mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak menyadari kejadian tersebut. Tubuh korban sempat terseret sekitar lima meter dari lokasi awalnya jatuh. Baru setelah beberapa warga menjerit memintanya untuk segera menepikan kendaraan, Saptani menyadari bahwa tubuh korban sudah terlindas di bawah mobilnya.

Setelah kejadian, jasad Rahmat Juniarto dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses autopsi guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Laka Satlantas Jakarta Timur.
Tips Menghindari Kecelakaan di Jalan Raya
Menguasai teknik dasar mengemudi saja tidak cukup untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman. Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kurangnya keterampilan mengemudi, tetapi karena minimnya pemahaman pengemudi terhadap prinsip keselamatan berkendara.
Menurut Marcell RDC Kurniawan, Training Director di The Real Driving Centre (RDC), kesadaran akan defensive driving menjadi salah satu faktor utama dalam keselamatan berkendara. Defensive driving mengajarkan pengemudi untuk selalu waspada, menjaga jarak aman, serta membaca pergerakan kendaraan lain agar bisa bereaksi dengan tepat.
Selain itu, pengemudi juga perlu memahami cara mengelola kelelahan dan emosi saat berkendara. Banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi karena kelelahan atau terpancing emosi di jalan. Jika sudah merasa lelah atau sulit fokus, sebaiknya segera beristirahat. Jangan memaksakan diri karena refleks dan kemampuan mengambil keputusan bisa menurun.
Hindari berkendara dalam keadaan marah atau stres karena bisa memicu tindakan agresif yang berbahaya. Selain itu, pemahaman terhadap aturan lalu lintas dan etika berkendara juga penting. Banyak pengemudi yang mahir mengendalikan mobil, tetapi masih abai terhadap hal-hal mendasar seperti penggunaan lampu sein, menjaga lajur dengan benar, atau mematuhi batas kecepatan.
Kemampuan menangani kondisi darurat juga penting untuk dikuasai. Misalnya, pengemudi harus tahu cara mengatasi rem blong, menghadapi aquaplaning saat hujan, atau menepi dengan aman saat kendaraan mengalami kendala di jalan tol.
Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kesadaran, sikap, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di jalan. Dengan memperhatikan semua aspek ini, pengemudi dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan diri serta orang lain.