Kecelakaan Maut Rombongan Motor Gede, Mahasiswi Poltekkes Tewas di Tempat

admin.aiotrade 19 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Kecelakaan Maut Rombongan Motor Gede, Mahasiswi Poltekkes Tewas di Tempat
Kecelakaan Maut Rombongan Motor Gede, Mahasiswi Poltekkes Tewas di Tempat

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Teluk Suak, Bengkayang

Jalan Raya Teluk Suak, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang kembali menjadi tempat kejadian kecelakaan maut. Pada Jumat 17 Oktober 2025, seorang mahasiswi bernama Aurelika Rahma (18) tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat benturan dengan rombongan motor gede (Moge).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban, yang merupakan warga Komp. Sriwijaya Lestari Blok C-5, Kecamatan Pontianak Kota, sedang mengendarai Yamaha Aerox KB 4928 XS dari arah Singkawang menuju Pontianak. Namun, nasib malang menimpa korban saat rombongan Moge melintasi jalan yang licin akibat hujan deras.

Kasat Lantas Polres Bengkayang, IPTU Sunarli, membenarkan kecelakaan tersebut. Menurutnya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah pada bagian kepala dan tangan. "Benar, telah terjadi kecelakaan antara motor Aerox dengan rombongan Moge. Korban atas nama Aurelika Rahma meninggal dunia di TKP," ujarnya.

Saat ini, pengendara Moge yang diduga menjadi penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Identitas pengendara belum diketahui. "Untuk pengendara Moge masih dalam penyelidikan karena belum diketahui identitasnya," tambah IPTU Sunarli.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa jarak antara korban dan rombongan Moge sangat dekat. Hal ini menyebabkan korban tidak sempat menghindar. Kondisi jalan yang licin akibat hujan lebat membuat motor korban oleng dan terjatuh keras di aspal.

Dari keterangan saksi, kondisi hujan lebat dan jalan licin membuat korban sulit mengendalikan motornya. Akibat benturan keras, korban mengalami luka sobek di bagian wajah, patah pada tangan kanan, serta pendarahan di telinga kiri.

Barang bukti berupa sepeda motor Aerox dan SIM C milik korban telah diamankan oleh polisi. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu pengendara Moge yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

Sejumlah saksi telah diperiksa untuk memperkuat hasil penyelidikan. "Langkah-langkah sudah kami lakukan, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti," jelas IPTU Sunarli.

Kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai Pasal 310 ayat (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Kasus ini akan kami tindaklanjuti sesuai Pasal 310 ayat (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tegasnya.

Kasat Lantas juga mengimbau seluruh pengendara, terutama rombongan motor besar, untuk selalu berhati-hati dan menghormati pengguna jalan lain. "Kami mengingatkan, keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai hobi berkendara berujung kehilangan nyawa orang lain," tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan