Kehidupan Harian Pelaku Penculik Bilqis Terungkap, Warga Tak Curiga Karena Rajin Beribadah

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Kehidupan Harian Pelaku Penculik Bilqis Terungkap, Warga Tak Curiga Karena Rajin Beribadah

Penangkapan Dua Pelaku Penculikan Anak di Makassar

Kota Makassar sempat digemparkan oleh kabar yang membuat banyak hati bergetar. Seorang bocah berusia empat tahun bernama Bilqis Ramdhan dilaporkan menghilang secara misterius, meninggalkan kegelisahan mendalam bagi warga dan keluarga. Peristiwa ini membuat publik cemas. Aparat kepolisian pun bekerja tanpa lelah menelusuri jejak pelaku yang tega menculik anak kecil yang tak berdosa itu.

Setelah melalui hari-hari panjang pencarian intensif, akhirnya teka-teki yang menutup kasus tersebut mulai menemukan titik terang. Pada Jumat (07/11/2025), dua pelaku utama kasus penculikan anak di Makassar berhasil ditangkap di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Keduanya adalah Adefrianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42), warga Kabupaten Merangin, Jambi. Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan Satreskrim Polrestabes Makassar, berkoordinasi dengan Resmob Polda Jambi, Unit Opsnal Satreskrim Polres Kerinci, serta Tim Opsnal Satreskrim Polres Merangin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kedua tersangka diamankan tanpa perlawanan di sebuah penginapan sederhana dekat Masjid Raya, Kelurahan Pasar Sungai Penuh. Momen tersebut menjadi puncak dari pencarian lintas provinsi yang melibatkan berbagai satuan kepolisian.

Awal Kejadian: Hilangnya Bilqis di Taman Pakui

Peristiwa berawal pada Minggu (02/11/2025) pagi. Bilqis, si kecil yang ceria itu, tengah bermain di sekitar lapangan tenis Taman Pakui, Makassar, sementara sang ayah sedang bertanding. Dalam sekejap, suasana ceria berubah menjadi kepanikan saat Bilqis tak lagi terlihat di sekitar lokasi bermain. Laporan kehilangan segera dibuat, dan pencarian besar-besaran pun dimulai.

Berita hilangnya Bilqis cepat menyebar dan menggugah simpati masyarakat, hingga polisi akhirnya menelusuri jejak pelaku sampai ke wilayah Jambi.

Rumah Pelaku di Merangin Terlihat Sepi

Saat mendatangi rumah kedua pelaku di Kabupaten Merangin, suasana tampak sunyi dan kosong. Tak ada aktivitas di sekitar rumah itu, seolah menyimpan rahasia besar yang baru saja terbuka. Seorang warga mengaku mengenal Mery Ana, namun terkejut mendengar keterlibatannya.

“Saya tahu Mery Ana (42), tapi tidak menyangka dia terlibat dalam kasus penculikan anak,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya. Menurut warga, Mery Ana dikenal tertutup, jarang bergaul, namun sopan dan baik ketika berinteraksi. Setelah lama berpisah dari suaminya, ia tinggal bersama orang tua dan menjadi tulang punggung keluarga. Tak ada yang menyangka, di balik sosok pendiam itu, tersimpan kisah kelam yang kini mencuri perhatian publik.

Adefrianto, Sosok yang Dikenal Ramah

Kondisi serupa tampak di rumah Adefrianto Syahputra yang juga sepi. Warga sekitar pun mengaku tidak percaya dengan berita yang beredar di media. Menurut mereka, Adefrianto dikenal sebagai pribadi baik, ramah, dan religius. “Dia honorer di Pemprov Jambi. Orangnya baik, suka gotong royong, dan rajin ibadah. Saya kaget baca beritanya,” kata salah satu warga. Diketahui, Adefrianto sudah menikah dan tinggal di Jambi, namun sesekali pulang ke Merangin. “Dia baik sama warga. Saya benar-benar tidak menyangka,” tambahnya dengan nada kecewa.

Akhir dari Misteri yang Mengguncang

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kejahatan bisa dilakukan siapa saja, bahkan oleh sosok yang tampak biasa dan tak mencurigakan. Masyarakat Jambi, terutama di Merangin, masih sulit menerima kenyataan bahwa dua orang yang dikenal baik justru menjadi pelaku di balik kasus penculikan yang mengguncang Makassar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan