Kehidupan Pilu Puspitasari Sebelum Tewas Dibunuh

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Kehidupan Pilu Puspitasari Sebelum Tewas Dibunuh
Kehidupan Pilu Puspitasari Sebelum Tewas Dibunuh

Peristiwa Mengerikan di Hotel Palembang

Seorang perempuan muda bernama Anti Puspitasari (22) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Kidul II, Palembang. Kejadian ini terjadi pada Jumat (11/10/2025), setelah korban ditemukan oleh petugas hotel keesokan harinya.

Jasad Anti tergeletak di lantai memakai baju lingerie dan mulutnya disumpal dengan baju dalaman. Kedua tangannya juga diikat menggunakan jilbab warna pink. Menurut hasil otopsi, korban tewas akibat kehabisan napas karena tindakan pelaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Latar Belakang Korban

Anti Puspitasari diketahui sedang hamil muda dan bekerja sebagai kurir pengantar makanan. Di hari kejadian, ia sempat mengantar suaminya ke tempat kerja sebelum pergi melakukan kencan dengan pelaku. Suami korban mengatakan bahwa ia diberitahu oleh Anti bahwa dia akan "mangkal" setelah menyelesaikan tugasnya.

Dalam percakapan yang dilakukan melalui media sosial, Anti sempat meminjam uang beberapa kali dari teman-temannya. Salah satu akun bernama Tasyaa menyebutkan bahwa Anti sering kali mengajukan permintaan pinjaman. Meskipun demikian, tidak semua permintaan tersebut direspons.

Pada bulan Agustus 2025, Anti meminta dana pinjaman melalui pesan singkat. Ia mengirimkan pesan kepada Tasyaa, tetapi tidak mendapatkan respons. Beberapa minggu kemudian, ia kembali mengirim pesan serupa. Namun, seperti sebelumnya, pesan itu tidak merespons.

Pelaku Pembunuhan

Pelaku pembunuhan adalah Febrianto, yang berhasil ditangkap oleh tim gabungan Jantaras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang di Banyuasin. Febrianto mengaku didatangi arwah korban setelah membunuh Anti.

Menurut pengakuan Febrianto, kejadian berawal ketika keduanya bertemu melalui grup Facebook. Mereka sepakat untuk kencan di hotel dengan tarif Rp 300.000 untuk dua kali kencan. Saat pertemuan pertama, keduanya melakukan hubungan badan. Namun, saat Febrianto meminta sesi kedua, korban menolak.

Kesal dengan penolakan tersebut, Febrianto langsung membekap korban dari belakang. Ia kemudian menyumpal mulut korban dan mengikat tangannya. Febrianto mengaku tidak sempat melakukan hubungan seks lagi setelah tindakan tersebut.

Pengakuan Pelaku dan Penyidikan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP dan otopsi, korban tewas karena kehabisan napas akibat tindakan pelaku. Dugaan lain masih dalam penyelidikan.

Febrianto juga mengaku bahwa setelah membunuh korban, ia melihat wajah Anti dalam kondisi ketakutan. Menurutnya, korban memintanya untuk ziarah ke makam dan meminta maaf pada keluarga korban. Febrianto mengatakan bahwa dirinya tidak sedang tidur atau bermimpi saat melihat hal tersebut.

Ekshumasi Makam

Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihak kepolisian melakukan ekshumasi makam Anti Puspitasari pada Selasa (14/10/2025) di TPU Talang Petai, Kelurahan Plaju Darat, Palembang. Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban mengalami pukulan benda tumpul di leher dan kehabisan napas.

Proses ekshumasi berlangsung selama tiga jam dan dilakukan oleh petugas gabungan Labfor Polda Sumsel dan Inafis Polrestabes Palembang. Jasad korban ditemukan pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB dan diperkirakan tewas dalam waktu 24 jam sebelum ditemukan.

Kesaksian Saksi

Sampai saat ini, polisi telah memeriksa delapan saksi, termasuk dua resepsionis hotel, suami korban, warga di lokasi kejadian, dan teman korban. Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk menemukan fakta-fakta lebih lanjut mengenai kejadian ini.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan