Keinginan Terakhir Istri yang Dibunuh Suami di Banyuwangi, Ketua RT Bocorkan Rahasia saat Pengajian

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Keinginan Terakhir Istri yang Dibunuh Suami di Banyuwangi, Ketua RT Bocorkan Rahasia saat Pengajian

Peristiwa Suami Bunuh Istri di Banyuwangi Membuat Warga Kaget

Pada 20 Oktober 2025, sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan terjadi di Jalan Serayu, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Seorang suami bernama GDF (42 tahun) tega membunuh istrinya, BW (52 tahun), dengan menusukkan pisau dapur ke bagian dada korban hingga meninggal dunia. Kejadian ini membuat warga sekitar kaget dan tidak menyangka bahwa pasangan yang terlihat harmonis ini bisa mengalami hal demikian.

Ketua RT setempat, Deni Tri Rahayu, menjelaskan bahwa keinginan terakhir dari BW sempat disampaikan saat mereka bertemu dalam acara pengajian. Meskipun begitu, ia mengungkapkan bahwa keluarga tersebut terlihat harmonis dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda keributan atau masalah apapun selama ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Deni menyebutkan bahwa BW adalah seorang wanita yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia juga bekerja sebagai karyawan bank swasta dan telah bekerja cukup lama di sana. Menurut informasi yang didapatnya, BW akan segera pensiun karena usianya yang sudah mencapai 50 tahun. Ia sempat menyampaikan rencananya untuk fokus pada kegiatan sosial dan aktif di PKK setelah pensiun.

Menurut Deni, GDF adalah suami kedua dari BW. Suami pertamanya masih hidup dan mereka sudah berpisah. Menurut informasi yang ia dapat, pernikahan antara BW dan GDF terjadi sekitar 14 tahun yang lalu.

Deni juga menceritakan kronologi saat dirinya mendengar kabar kematian BW. Ia menerima telepon sekitar pukul 09.00 pagi, dan langsung melihat kerumunan di sekitar rumah pelaku. Polisi sudah ada di lokasi kejadian, sehingga ia tidak bisa masuk dan hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut.

Sementara itu, pelaku GDF yang bekerja sebagai pegawai BUMN telah diamankan setelah menyerahkan diri dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Banyuwangi untuk diautopsi.

Deni mengatakan bahwa BW sangat tertutup soal kehidupan keluarganya. Mereka tidak pernah membicarakan masalah pribadi di depan umum. Mereka lebih sering berbicara tentang anak-anak, terutama yang paling kecil, yang sekarang masih duduk di bangku SMP.

Selain bertemu korban, Deni juga mengaku sempat bertemu dengan pelaku. Ia menyebutkan bahwa GDF biasanya tidak mengantar anaknya ke sekolah. Namun, kali ini ia sendiri yang mengantarkan anaknya, yang menurut Deni cukup aneh.

Kejadian ini sangat mengejutkan warga sekitar. Deni menyebutkan bahwa BW adalah orang yang sangat aktif dan suka membantu. Ia terakhir kali mengikuti pengajian malam Jumat dan selalu aktif dalam kegiatan seperti itu. Banyak tetangga yang merasa kehilangan karena BW adalah orang yang sangat terbuka dan selalu siap membantu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan