Keinginan Terakhir Istri yang Dibunuh Suami, Ketua RT Kaget

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Keinginan Terakhir Istri yang Dibunuh Suami, Ketua RT Kaget

Keinginan Terakhir Korban yang Membuat Tetangga Kaget

BW (52), seorang istri yang tewas dibunuh oleh suaminya, GDF (42), memiliki keinginan untuk mengabdikan diri di Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK di tempat tinggalnya, seusai pensiun kerja. Informasi ini terungkap melalui penuturan ketua RT setempat.

Kejadian pembunuhan terjadi di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (20/10/2025). Pelaku, GDF, menikam istrinya sendiri hingga tak bernyawa. Peristiwa tersebut menggemparkan para tetangga dan warga sekitar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tindakan seperti ini diatur dalam Pasal 338 KUHP: Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. Sementara itu, jika dilakukan dengan rencana terlebih dahulu (pembunuhan berencana), pelaku diancam dengan pidana mati, seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Deni Tri Rahayu, Ketua RT 0401, Kelurahan Panderejo, mengaku tidak menyangka dengan kematian BW. Ia mengatakan bahwa korban dan pelaku dikenal sebagai keluarga yang harmonis, meskipun tertutup.

"Kami nggak menyangka sama sekali. Keluarganya terlihat harmonis, baik-baik saja. Nggak ada tanda-tanda keributan atau masalah apapun antara mereka selama ini," ujar Deni.

Menurut informasi yang ia dapat, GDF adalah suami kedua korban. Suami pertamanya masih hidup, dan mereka sudah berpisah. BW menikah lagi dengan Pak GDF sekitar 14 tahun yang lalu.

Deni juga menceritakan kronologi ia mendengar kematian BW. Ia mendapat telepon sekitar pukul 09.00 pagi, memberi tahu kalau Mbak BW, istri Pak GDF, sudah tidak ada. Ia langsung keluar dan melihat kerumunan, memang sudah ramai di sekitar rumah mereka. Polisi sudah ada di tempat kejadian, jadi ia tidak bisa masuk.

"Barulah setelah bertemu dengan Pak Lurah, saya mendapatkan kepastian. Sempat kaget juga karena pasangan ini terlihat seperti keluarga yang baik-baik saja," cerita Deni.

Deni lalu mengungkap pertemuan terakhir dengan korban dan mengungkap keinginan terakhir korban. "Terakhir kali saya bertemu satu minggu yang lalu. Waktu itu dia sedang bersih-bersih di luar rumah. Kami sempat ngobrol sebentar."

"Biasanya kalau ada kegiatan PKK, dia pasti ikut. Kalau ada pengajian, dia juga pasti datang. Dia orangnya sangat ramah dan aktif."

"Dia orangnya sangat baik, ramah, dan selalu bersikap baik dengan tetangga. Tidak pernah ada masalah dengan orang lain."

"Sebentar lagi dia akan pensiun karena sudah berusia 50 tahun. Dia sempat bilang kalau setelah pensiun, dia akan fokus pada kegiatan sosial dan aktif di PKK."

Deni juga mengatakan bahwa korban tertutup soal keluarganya. "Mereka sangat tertutup soal keluarga. Tidak pernah membicarakan masalah pribadi di depan umum. Mereka lebih sering berbicara tentang anak-anak, terutama yang paling kecil, yang sekarang masih SMP."

Selain bertemu korban, Deni juga mengaku sempat bertemu dengan pelaku. "Dia mengantar anaknya sekolah sekitar pukul 06.30 pagi tadi. Biasanya yang mengantar anaknya itu adalah orangtuanya dari Karang Baru, tapi kali ini dia sendiri yang mengantar. Itu cukup aneh bagi saya, karena biasanya tidak seperti itu."

Kematian BW, dibenarkan Deni, mengagetkan warga. Ia mengakui bahwa BW adalah orang yang aktif dan suka membantu. "Dia terakhir kali mengikuti pengajian malam Jumat. Dia selalu aktif dalam kegiatan seperti itu. Banyak tetangga yang merasa kehilangan karena dia orang yang sangat terbuka dan selalu siap membantu."

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan