Pembunuhan Istri di Banyuwangi, Suami Tega Menghabisi Nyawa Pasangannya
Seorang pegawai BUMN berinisial GDF (42) tega menghabisi nyawa istrinya BW (52) di rumahnya di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (20/10/2025). Kejadian ini mengejutkan seluruh warga sekitar, termasuk Ketua RT bernama Deni Tri Rahayu.
Kasus pembunuhan itu terungkap setelah GDF memilih untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Setelah polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), korban BW ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian dada. Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan oleh GDF untuk menikam istrinya hingga tewas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Warga Terkejut dengan Kejadian Mengerikan
Deni Tri Rahayu, Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka BW yang dikenal aktif dalam lingkungan rumah tewas dibunuh oleh GDF. Menurutnya, korban dan pelaku dikenal sebagai keluarga yang harmonis meskipun tertutup. Deni juga menyebutkan bahwa keinginan terakhir korban sempat diungkap saat terakhir kali bertemu dengannya.
"Kami nggak menyangka sama sekali. Keluarganya terlihat harmonis, baik-baik saja. Nggak ada tanda-tanda keributan atau masalah apapun antara mereka selama ini," ucap Deni.
Menurut informasi yang diperoleh Deni, GDF adalah suami kedua korban. "Suami pertamanya masih hidup, dan mereka sudah berpisah. Istrinya menikah lagi dengan Pak GDF ini. Menurut informasi saya, mereka menikah sekitar 14 tahun yang lalu."

Kronologi Penemuan Jenazah
Deni menceritakan bagaimana ia mengetahui kematian BW. "Saya mendapat telepon sekitar pukul 09.00 pagi. Ada yang memberi tahu kalau Mbak BW, istri Pak GDF, sudah tidak ada. Saya langsung keluar dan melihat kerumunan, memang sudah ramai di sekitar rumah mereka. Polisi sudah ada di tempat kejadian, jadi saya tidak bisa masuk."
Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas karena tidak ada yang memberi tahu secara pasti. "Saya hanya bisa diam dan menunggu informasi lebih lanjut. Barulah setelah bertemu dengan Pak Lurah, saya mendapatkan kepastian. Sempat kaget juga karena pasangan ini terlihat seperti keluarga yang baik-baik saja."
Keinginan Terakhir Korban
Deni mengungkapkan bahwa pertemuan terakhir dengan korban terjadi satu minggu sebelum kejadian. "Terakhir kali saya bertemu satu minggu yang lalu. Waktu itu dia sedang bersih-bersih di luar rumah. Kami sempat ngobrol sebentar."
Dari percakapan tersebut, Deni mengetahui bahwa BW sangat aktif dalam kegiatan PKK dan sering ikut pengajian. "Dia orangnya sangat ramah dan aktif. Tidak pernah ada masalah dengan orang lain. Bahkan kalau ketemu, dia sering menyapa saya dengan ceria."
Deni juga membenarkan bahwa korban bekerja sebagai karyawan bank swasta. "Dia sudah bekerja cukup lama di sana dan sering berpindah-pindah jabatan. Terakhir, dia bekerja di bagian kasir, sebelum dipindah ke unit lain. Sebentar lagi dia akan pensiun karena sudah berusia 50 tahun. Dia sempat bilang kalau setelah pensiun, dia akan fokus pada kegiatan sosial dan aktif di PKK."
Keluarga yang Tertutup
Selain itu, Deni menyebutkan bahwa korban sangat tertutup soal keluarganya. "Mereka sangat tertutup soal keluarga. Tidak pernah membicarakan masalah pribadi di depan umum. Mereka lebih sering berbicara tentang anak-anak, terutama yang paling kecil, yang sekarang masih SMP."
Deni juga mengungkap bahwa ia sempat bertemu dengan pelaku, GDF. "Dia mengantar anaknya sekolah sekitar pukul 06.30 pagi tadi. Biasanya yang mengantar anaknya itu adalah orangtuanya dari Karang Baru, tapi kali ini dia sendiri yang mengantar. Itu cukup aneh bagi saya, karena biasanya tidak seperti itu."
Warga Merasa Kehilangan
Kematian BW, menurut Deni, mengagetkan warga sekitar. "Dia terakhir kali mengikuti pengajian malam Jumat. Dia selalu aktif dalam kegiatan seperti itu. Banyak tetangga yang merasa kehilangan karena dia orang yang sangat terbuka dan selalu siap membantu."