
Suasana Kekacauan di Sekolah Negeri 72 Jakarta
Pada Jumat, 7 November 2025, suasana di depan SMAN 72 Jakarta dipenuhi kepanikan. Seorang wanita paruh baya tampak histeris mencari keponakannya, FN, siswa kelas XII yang disebut-sebut terlibat dalam ledakan di sekolah tersebut.
Wanita itu datang setelah melihat foto seorang remaja terkapar di media sosial. Dengan suara bergetar, ia berkata, “Fadel mana? Saya tantenya.” FN telah dibawa ke rumah sakit, sementara orang tuanya sedang berada di luar negeri. Wanita itu lalu masuk ke sekolah dan menghilang di antara kerumunan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ledakan di Tiga Titik Berbeda
Insiden ledakan terjadi di tiga titik berbeda di SMAN 72 Jakarta. Ledakan pertama terjadi di masjid, kedua di kantin, dan ketiga di tempat istirahat siswa. Terduga pelaku, FN, ditemukan terkapar di belakang kantin dekat tempat pembuangan sampah.
FN, siswa kelas XII, disebut-sebut sering menjadi korban bullying dan kerap menyendiri. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat ini polisi sedang melakukan pendalaman terkait identitas, lingkungan, dan rumah pelaku. “Terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan,” kata Kapolri di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Menurut Listyo, pelaku tengah menjalani operasi karena luka yang diderita akibat ledakan. Total ada dua korban yang menjalani operasi, dan salah satunya adalah pelaku.
Motif Peledakan Masih Dicari
Hingga kini penyidik masih mendalami motif peledakan tersebut. Termasuk menelusuri temuan senjata mainan di lokasi yang diduga dibawa terduga pelaku. “Itu jadi bagian yang kita dalami, bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksi,” ucapnya.
ZA, seorang saksi yang juga siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengatakan terduga pelaku kerap menyendiri karena merasa tidak sejalan dan sepaham dengan teman-teman di sekolahnya. “Dia kayak ingin balas dendam ke pembully sampai merakit bom sendiri,” kata ZA, Jumat dikutip dari wartakotalive.com.
Terduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta itu, lanjut ZA, diduga meletakkan bahan peledak di tiga titik di sekolahnya, seperti masjid, kantin, dan tempat duduk para siswa yang membullynya. “Dia jarang kelihatan di sekolah,” kata ZA yang saat ada ledakan pertama sedang berada di teras masjid sekolah.
Setelah itu ZA mendengar ledakan kedua dan ketiga di dalam ruang kelas tempat duduk para siswa. “Ledakan pertama di musala (masjid), yang kedua di kantin, yang ketiga di tempat duduk-duduk anak-anak buat istirahat,” ucap ZA.
Setelah itu dia melihat delapan temannya terluka di beberapa bagian tubuh hingga mengalami gosong. “Saya enggak lihat pelakunya, karena kelas XII sedang libur dan ternyata dia di belakang sekolah, di tempat-tempat sampah,” ujarnya.
Korban Masih Dirawat di Rumah Sakit
Insiden ledakan terjadi di lingkungan sekolah SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.05 WIB. Insiden itu membuat puluhan siswa mengalami luka-luka.
Total terdapat 54 siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 27 korban dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta dan 6 di Rumah Sakit Yarsi, dan 21 lainnya sudah dipulangkan dalam kondisi baik ke rumahnya masing-masing.
Saat ini polisi masih mengumpulkan barang bukti dan menggali keterangan saksi-saksi untuk mengusut kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut. Namun, dugaan kuat ledakan dipicu dari bahan peledak yang dibawa seorang siswa berinisial FN. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan dan diperiksa aparat kepolisian.