
Presiden Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Permainan Daring
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempertimbangkan adanya pembatasan terhadap permainan daring, setelah terjadi insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengatakan bahwa Presiden saat ini sedang berpikir untuk membatasi dan mencari solusi terhadap pengaruh negatif dari sejumlah permainan daring yang dinilai berpotensi berdampak buruk terhadap generasi muda.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online," ujar Prasetyo Hadi di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Prasetyo menekankan bahwa pemerintah khawatir akan dampak psikologis dari beberapa permainan daring yang menampilkan unsur kekerasan dan senjata. Ia mencontohkan permainan dengan genre pertempuran seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), yang dinilai bisa memengaruhi pemain karena menampilkan berbagai jenis senjata dan adegan kekerasan yang mudah dipelajari.
"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi. Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ujar Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga menambahkan bahwa pemerintah turut menyoroti faktor lain seperti tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Pemerintah mengimbau agar seluruh pihak menghindari perilaku yang dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk aksi-aksi perundungan antar pelajar.
"Kita sebagai sesama anak bangsa ini, menghindari hal-hal yang tidak baik atau berimplikasi yang kurang baik seperti aksi-aksi bullying seperti itu," ujarnya.
Prasetyo juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik untuk lebih peduli dan perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekolah.
Insiden Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta
Pada Jumat, 7 November 2025 sekira pukul 12.15 WIB, terjadi ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL). Menurut keterangan saksi, ledakan terjadi saat siswa dan guru sedang Shalat Jumat di masjid di sekolah tersebut. Letusan pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.
Ledakan itu menyebabkan para korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan, sekaligus menyulut kepanikan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut. Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan (bullying) yang diduga menjadi motif untuk melakukan aksi tersebut. Di lokasi juga ditemukan benda yang mirip senjata airsoft gun dan revolver yang setelah pemeriksaan dipastikan bahwa senjata itu adalah mainan.