
Persija Jakarta Menghadapi Tantangan Berat dalam Empat Laga Tandang Beruntun
Persija Jakarta berhasil menyelesaikan masa-masa sulit yang dihadapinya dalam menjalani empat pertandingan tandang beruntun. Tim Macan Kemayoran mengalami naik-turun dalam perjalanan laga tersebut, dengan awalnya mengalami kekalahan beruntun sebelum akhirnya bangkit dan meraih hasil yang memuaskan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kondisi Awal yang Kurang Menguntungkan
Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang mengalami nasib kurang baik dalam mengawali musim 2025/2026. Hal ini terutama terkait dengan jadwal pertandingan yang tidak menguntungkan. Tim asuhan Mauricio Souza harus melakoni empat laga tandang secara berturut-turut.
Perubahan jadwal ini terjadi karena I.League selaku operator kompetisi melakukan penyesuaian jadwal pekan kedelapan, dari yang awalnya digelar pada 2-5 Oktober menjadi 27-30 Desember. Akibatnya, Persija harus menjalani empat pertandingan tandang karena dua laga sebelumnya mereka melawan PSM Makassar dan Borneo FC Samarinda, serta dua laga setelahnya menghadapi Persebaya Surabaya dan Madura United FC.
Keluhan Pelatih terhadap Jadwal yang Tidak Wajar
Pelatih Persija, Mauricio Souza, sempat mengeluhkan jadwal tersebut. Ia menilai tidak masuk akal jika ada tim kontestan liga yang harus memainkan pertandingan tandang beruntun sampai empat kali berturut-turut.
"Kami bermain tandang dalam empat partai beruntun. Apakah kalian tahu ada tim lain yang juga main empat pertandingan tandang? Saya tidak tahu," ujar Souza beberapa waktu lalu.
Ia juga menyampaikan bahwa jadwal tersebut sangat melelahkan dan tidak mudah untuk dihadapi. "Empat pertandingan tandang. Tapi kami harus menang, kan? Kalau tidak menang, kami akan dikritik. Itu saja."
Awal yang Tidak Menyenangkan
Awal dari empat laga tandang tersebut tidak berjalan mulus bagi Persija Jakarta. Setelah ditahan oleh Bali United FC di Jakarta International Stadium (JIS), Macan Kemayoran langsung kalah dalam dua laga berikutnya.
Pertama, Persija kalah dari PSM Makassar dengan skor 0-2 saat bertandang ke Sulawesi Selatan. Kemudian, mereka dikalahkan oleh Borneo FC Samarinda dengan skor 1-3 ketika menantang jagoan Pulau Kalimantan tersebut.
Momen Bangkit dan Hasil Memuaskan
Beruntung, ada jeda internasional FIFA Matchday Oktober 2025. Dengan jeda ini, tim pelatih Persija melakukan perbaikan dan seketika bangkit saat kompetisi Super League 2025/2026 kembali dimulai.
Menghadapi Persebaya Surabaya, Persija mampu tampil menggila. Macan Kemayoran menang dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada pekan lalu.
Yang terbaru, pada Jumat (24/10), Persija Jakarta berhasil mengalahkan Madura United FC. Rizky Ridho dan rekan-rekannya menang tipis dengan skor 1-0 untuk mendapatkan tiga poin dari Pamekasan, Jawa Timur.
Hasil Akhir yang Menggembirakan
Dengan demikian, Persija Jakarta resmi menutup empat pertandingan tandang dengan catatan cukup menggembirakan. Yakni meraih enam poin dalam dua laga, setelah dua laga tandang sebelumnya berakhir dengan kekalahan.
Perjalanan Persija dalam melakoni empat laga tandang tersebut bisa disebut seperti roller coaster. Sebab, Macan Kemayoran awalnya mengalami penurunan drastis, tetapi akhirnya bisa bangkit dan meraih hasil sempurna lagi.