Kekejaman Geng Motor Medan, Tikam Pencari Nasi Sisa Hingga Tewas

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 11x dilihat
Kekejaman Geng Motor Medan, Tikam Pencari Nasi Sisa Hingga Tewas

Pelaku Pembacokan Pencari Nasi Sisa Ditangkap

MEDAN, aiotrade.app
Tiga pelaku yang terlibat dalam pembacokan David Martua Nainggolan (26), seorang pencari nasi sisa, hingga tewas di Jalan Padang, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, telah ditangkap.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Satreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengungkapkan bahwa para pelaku berinisial RJ (18), WH (16), dan PH (14). "Peran RJ ini yang menusuk korban dua kali menggunakan sajam berupa celurit sepanjang 2 meter," jelas Bayu dalam konferensi pers di Polrestabes Medan, Sabtu (25/10/2025).

Dua pelaku lainnya, WH dan PH, berperan menggertak korban dengan senjata tajam serta turut serta dalam tawuran. Bayu menjelaskan bahwa para pelaku tergabung dalam geng motor yang dikenal sebagai Tongkrongan Geroja Medan dan Kriminal Khusus Kecil.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB ketika para pelaku, bersama empat rekan lainnya, datang ke lokasi dengan tujuan tawuran melawan pemuda setempat di sekitar rel kereta api. Ketika pemuda setempat, Berry, melempar batu ke arah para pelaku, mereka pun mengejar Berry. Pada saat bersamaan, David yang sedang bergegas pergi dengan becak barangnya, dianggap sebagai teman Berry oleh para pelaku. Akibatnya, RJ membacok David di bagian perut sebelum melarikan diri.

"Jadi target mereka sebenarnya Berry tapi dia lari," ucap Bayu.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap WH serta PH pada Selasa (14/10/2025). "WH ditangkap di Jalan Letda Sujono dan PH di Jalan Pertiwi. Sedangkan RJ diringkus pada hari Rabu di Tangerang, di rumah kakaknya," ungkap Bayu.

Ketiga tersangka saat ini telah ditahan di Satreskrim Polrestabes Medan, sementara polisi masih memburu empat pelaku lainnya.

Kesaksian Keluarga Korban

Ana Sitorus, keluarga korban, menceritakan bahwa pada Senin subuh, seseorang menggedor-gedor rumahnya. Ketika membuka pintu, Ana melihat David dalam kondisi tidak berdaya dibawa oleh temannya menggunakan becak. “Dibilang kawannya lah, si David ini ditikam. Gak tahu sudah mati atau tidak. Itu lah dibawa dia ke rumah sakit terdekat. Rupanya ujungnya meninggal dunia,” kata Ana saat diwawancarai di rumah duka di Jalan Betet, Kecamatan Medan Denai.

Ana menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatnya, sekitar pukul 03.00 WIB, sejumlah pemuda berkumpul dengan niat tawuran sambil membawa senjata tajam. "Korban ini kebetulan ke situ mau ngambil ponsel yang digadikan. Itu lah jadi sasaran dia. Kena pukuli dan tikam. Itu ada CCTV-nya tadi,” ungkapnya.

“Dia ini tidak ikut tawuran. Kebetulan nahas dia kena. Pagi-pagi biasanya dia kerjanya bantu mamanya, pakai becak, cari nasi sisa untuk peternak babi. Anak baik-baik lah,” tutup Ana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan