
Indodax, salah satu platform investasi aset kripto terkemuka di Indonesia, telah memberikan penjelasan resmi mengenai isu yang beredar di media sosial dan sejumlah situs berita digital. Isu tersebut menyebutkan adanya dugaan kehilangan dana oleh seorang pengguna, yang kemudian dikaitkan dengan aplikasi Indodax.
CEO Indodax, William Sutanto, menyampaikan bahwa pihaknya memahami betul bahwa isu keamanan akun merupakan hal yang sangat sensitif dan menjadi perhatian utama bagi para pengguna. Ia juga menegaskan bahwa Indodax berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan akan menangani setiap laporan secara transparan dan bertanggung jawab.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami memohon maaf atas kekhawatiran yang muncul di ruang publik akibat informasi ini. Kami sangat memahami perhatian masyarakat dan akan terus berupaya memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan baik,” ujar William dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap akun-akun yang disebutkan dalam berita, Indodax menemukan indikasi adanya akses ilegal ke beberapa akun pengguna. Namun, menurut analisis yang dilakukan, akses tersebut tidak berasal dari sistem Indodax itu sendiri.
William menjelaskan bahwa dugaan akses ilegal tersebut diduga berasal dari faktor eksternal seperti phishing, malware, atau metode social engineering yang menargetkan perangkat atau data pribadi pengguna. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengguna dalam menjaga keamanan akun mereka.
Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, Indodax akan melakukan tindakan proaktif dengan menghubungi para member secara langsung guna menelusuri lebih lanjut setiap kasus sesuai kronologi yang ada. Perusahaan juga membuka saluran komunikasi bagi pengguna lain yang ingin mendiskusikan kondisi akun mereka secara lebih detail.
Selain itu, William menekankan bahwa Indodax secara konsisten memberikan edukasi kepada pengguna tentang cara menjaga keamanan akun. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) untuk meningkatkan perlindungan akun.
- Tidak membagikan data sensitif seperti kata sandi atau informasi pribadi.
- Menggunakan kata sandi yang kuat dan sulit ditebak.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap tautan atau pesan mencurigakan.
- Memastikan perangkat yang digunakan bebas dari malware atau aplikasi berbahaya.
“Di masa depan, kami akan terus memperkuat edukasi keamanan bagi pengguna serta memastikan setiap laporan ditangani secara menyeluruh. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan seluruh member,” tambah William.
Dengan langkah-langkah tersebut, Indodax berharap dapat membangun kembali kepercayaan pengguna dan memastikan lingkungan investasi yang aman dan transparan.