Peran Menteri Pertahanan dalam Dinamika Politik
Pada tanggal 15 dan 17 Oktober 2025, dua tokoh dari partai politik mengunjungi kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan). Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, yang biasanya fokus pada isu pertahanan negara, kali ini menangani permasalahan politik. Hal ini terjadi karena isu politik biasanya ditangani oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Kunjungan Ketua Umum Partai NasDem
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, adalah tokoh pertama yang mengunjungi Sjafrie pada 15 Oktober 2025. Pada kunjungan kedua, yaitu 17 Oktober 2025, elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga datang ke kantor Sjafrie. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua Majelis Syuro, Sohibul Iman; Presiden baru PKS, Al Muzzammil Yusuf, dan Sekjen Muhammad Kholid.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sjafrie menjelaskan bahwa tugas Kemhan memiliki dua dimensi, yaitu pertahanan negara dan kedaulatan negara. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa stabilitas nasional dan menjaga kedaulatan negara adalah bagian dari tugas Kemhan.
Perubahan Pola Hubungan Patron
Menurut peneliti departemen politik dan perubahan sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Nicky Fahrizal, sejak peristiwa demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus lalu, Sjafrie lebih sering memberikan keterangan pers. Bukan Menko Polkam, yang saat itu masih dijabat oleh Budi Gunawan. Hal ini membuat elite partai politik membaca sinyal tersebut.
Nicky menyebut bahwa pola patron bergeser dari Dasco ke Sjafrie. Dalam konteks stabilitas, Sjafrie menjadi pihak yang mengendalikan situasi. Namun, partai-partai yang hadir berasal dari luar Koalisi Indonesia Maju (KIM), sehingga pesan yang disampaikan adalah agar tetap bersikap kritis namun tidak mengganggu program Presiden Prabowo.

Peringatan untuk Tidak Meminta Jabatan
Peneliti utama riset politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor, menyatakan bahwa tujuan Sjafrie menemui pimpinan partai politik adalah untuk membangun konsolidasi. Namun, jangan sampai perjumpaan ini dimanfaatkan partai untuk memperoleh akses jabatan atau akses ekonomi.
Firman menilai bahwa Sjafrie lebih strategis dibandingkan Djamari Chaniago yang kini menjabat Menko Polkam. Sjafrie masuk dalam lingkar orang-orang terdekat Prabowo, sehingga pesan bisa disampaikan melalui Sjafrie.

Penolakan Permintaan Kursi Kabinet
Sementara itu, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Staf Presiden PKS, Pipin Sopian, dalam pertemuan elite PKS dengan Sjafrie pada Jumat, 17 Oktober 2025, tidak ada pembicaraan mengenai penambahan kursi menteri di Kabinet Merah Putih. Fokusnya adalah mengusulkan Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan.
Meskipun begitu, Pipin menyatakan bahwa PKS akan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia juga menegaskan bahwa penambahan kursi menteri merupakan kewenangan prerogatif presiden.

Komunikasi Lancar dengan Presiden
Sugeng Suparwoto, politikus Partai NasDem, menepis klaim bahwa komunikasi partainya dengan Prabowo terhambat. Ia mengklaim bahwa komunikasi NasDem dengan Prabowo sangat lancar, baik melalui legislatif maupun melalui messenger Presiden.
Sugeng menyatakan bahwa NasDem kini berada dalam koalisi pemerintah. Namun, mereka tidak meminta jatah kursi menteri karena pada Pemilu 2024 mengusung Anies Baswedan. Secara etis dan moral, NasDem merasa tidak memiliki hak untuk masuk kabinet.