Kekuatan Ekonomi Hijau RI Diungkap Sensus Ekonomi 2026

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Kekuatan Ekonomi Hijau RI Diungkap Sensus Ekonomi 2026


aiotrade, JAKARTA — Aspek ekonomi keberlanjutan akan menjadi fokus utama dalam Sensus Ekonomi 2026. Perkembangan sektor usaha yang terkait dengan lingkungan dan ekonomi hijau akan menjadi bagian penting dari pendataan ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan alat penting untuk memantau pertumbuhan sektor usaha ramah lingkungan yang semakin berkembang di tengah meningkatnya permintaan akan ekonomi hijau. Pendataan tersebut mencakup berbagai bidang seperti pengelolaan air, pengolahan limbah, daur ulang, energi baru terbarukan (EBT), serta aktivitas remediasi lingkungan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, kebutuhan data yang lebih rinci mengenai ekonomi berkelanjutan telah menjadi perhatian nasional. "Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata pelaku usaha secara umum, tetapi juga memberikan gambaran komprehensif mengenai kapasitas dan kontribusi sektor ramah lingkungan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Peran Penting Sektor Pengelolaan Air

Sektor pengelolaan air bersih dan air limbah memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama di wilayah perkotaan. Dalam sensus kali ini, akan dipetakan usaha pengolahan dan distribusi air, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga perusahaan penyedia layanan sanitasi.

Fokus pada Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang

Selain itu, usaha pengelolaan sampah dan daur ulang juga menjadi perhatian utama. Berbagai aktivitas seperti pengumpulan sampah, pemilahan, pengolahan limbah B3, serta industri daur ulang plastik, kertas, dan logam akan diidentifikasi secara rinci.

“Kegiatan daur ulang sedang tumbuh pesat karena dorongan ekonomi sirkular. Sensus ekonomi membantu melihat skala industrinya, tantangan operasional, hingga peluang peningkatan nilai tambah,” kata Amalia.

Energi Baru Terbarukan dan Teknologi Penyimpanan

BPS juga akan memetakan pelaku usaha pembangkit listrik tenaga surya, angin, biomassa, biogas, serta teknologi penyimpanan energi. Pendataan ini mencakup perusahaan penyedia jasa instalasi EBT dan produsen panel surya atau komponen pendukungnya.

Data tersebut dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan transisi energi, termasuk insentif bagi pelaku usaha EBT dan penguatan rantai pasok dalam negeri. “Ketersediaan data yang akurat sangat menentukan percepatan penggunaan energi terbarukan, terutama untuk mendukung target penurunan emisi,” ujar Amalia.

Remediasi Lingkungan dan Kebutuhan Investasi

Ke depannya, sensus ekonomi juga berfokus pada usaha yang bergerak dalam remediasi lingkungan, seperti restorasi lahan bekas tambang, pembersihan tumpahan minyak, jasa audit lingkungan, serta pemulihan kualitas tanah dan air. Data mengenai sektor ini selama ini masih tersebar dan belum terstandar.

Dengan pendataan menyeluruh, termasuk mencakup lapangan usaha yang terkait dengan industri ramah lingkungan, nantinya pemerintah dapat memperoleh gambaran kapasitas industri remediasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan investasi di daerah-daerah rawan pencemaran.

Manfaat Data Sensus Ekonomi

Data dari hasil sensus akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan berbasis bukti, khususnya terkait transformasi ekonomi hijau. “Kebijakan yang tepat membutuhkan data yang lengkap dan mutakhir. Sensus ekonomi dapat membantu pemerintah merumuskan strategi lingkungan, termasuk perencanaan infrastruktur air bersih, pengelolaan limbah, dan pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Amalia.

Amalia berharap data sensus ekonomi dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha, investor, serta akademisi. Data usaha ramah lingkungan dapat menjadi indikator peluang bisnis, potensi pasar, hingga kebutuhan pembiayaan usaha hijau di berbagai daerah. “Kami berharap pendataan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Amalia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan