
Pengalaman Bilqis yang Membuat Orang Tua Khawatir
Seorang balita berusia 4 tahun bernama Bilqis Ramdhani asal Makassar, Jawa Barat, kini menjadi perhatian publik setelah mengalami penculikan. Peristiwa ini terjadi ketika Bilqis hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar pada hari Minggu (2/11/2025). Setelah hampir sepekan menghilang, akhirnya ia ditemukan oleh tim gabungan di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi, pada malam hari Sabtu (8/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kini, Bilqis mulai menceritakan pengalamannya selama berada di tempat penculikan. Ayahnya, Dwi Nurmas (34), menyebutkan bahwa kondisi putrinya kini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, ia juga melihat adanya perubahan perilaku pada Bilqis.
“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif berbeda dengan kemarin-kemarin,” kata Dwi saat ditemui di rumahnya di kawasan Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (11/11/2025) malam.
Sebelum kejadian, menurut Dwi, Bilqis memang dikenal hiperaktif dan mudah akrab dengan orang lain. Namun kini, sikapnya tampak sedikit berbeda. “Perubahannya hanya itu lebih agresif. Seperti kalau ada yang dia inginkan lebih agresif daripada sebelumnya. Misalnya itu kalau minta mainan,” ujarnya.
Dwi mengungkapkan bahwa Bilqis menceritakan kondisinya saat berada di lingkungan Suku Anak Dalam (SAD). Di sana, kata Dwi, putrinya melihat anjing, anak-anak seumurannya, dan makan mie. “Dia sebut ada anjing, ada bayi-bayi seumurannya. Saya tanya, tidur di mana nak?, dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak-bapak itu saya begitu. Makan apa di sana?, dia bilang makan mie,” beber Dwi.
Pendampingan untuk Bilqis
Untuk membantu Bilqis pulih dari trauma, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar melakukan kunjungan ke rumah Bilqis. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan psikologis dan trauma healing.
Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan asesmen dan konseling tahap awal untuk memastikan Bilqis tidak mengalami trauma berkepanjangan. “Penanganan trauma healing lebih kepada pendekatan ke anak, jangan sampai ada trauma. Ini tahap pertama, kita tadi asesmen, kemudian kami konseling juga,” ungkap Ita.
Namun, Ita menambahkan bahwa hasil asesmen tahap pertama belum bisa menjadi acuan penuh mengenai kondisi psikologis Bilqis. “Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya,” bebernya.
Kasus TPPO yang Melibatkan Empat Tersangka
Sebelumnya, hasil penyidikan mengungkap bahwa Bilqis dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas provinsi. Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus penculikan dan perdagangan anak tersebut, yaitu: Sri Yuliana alias SY (30) – warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Nadia Hutri alias NH (29) – warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Meriana alias MA (42) – warga Kabupaten Merangin, Jambi. Adit Prayitno Saputra alias AS (36) – pasangan kekasih Meriana, warga Kabupaten Merangin, Jambi.