
Keluarga di Pekanbaru yang Memilih Jadi Pengemis Meski Punya Rumah
Sebuah keluarga di Pekanbaru, Riau, menarik perhatian masyarakat karena memilih menjadi pengemis meskipun memiliki tempat tinggal. Tindakan mereka menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar, terutama karena seringnya mereka meminta-minta di jalanan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Keluarga tersebut terdiri dari seorang ibu, adik laki-laki dari ibu tersebut, seorang wanita hamil, serta dua anak kecil yang diduga merupakan anak dari wanita hamil tersebut. Mereka sering terlihat meminta-minta di sepanjang Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, dan juga kerap tidur di emperan toko warga.
Menurut keterangan seorang warga bernama Indy Annisa Armaz, awalnya ia mengira pria yang ada bersama wanita hamil tersebut adalah suaminya. Namun, setelah berbicara lebih lanjut, pria itu mengaku sebagai paman dan adik dari ibu wanita hamil tersebut.
Tindakan Warga dan Respons Dinas Sosial
Warga mengeluh karena keluarga ini sering meminta uang atau makanan kepada pedagang dan warga sekitar. Bahkan, setelah diberi bantuan, mereka kembali meminta lagi. Hal ini membuat warga merasa resah dan tidak nyaman dengan keberadaan keluarga tersebut.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru akhirnya turun tangan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Kepala Dinsos, Zulfahmi Adrian, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan penelusuran dan menemukan keluarga tersebut.
Tim kami sudah melakukan penjangkauan, membawa mereka ke kantor untuk pendataan dan asesmen. Ternyata keluarga ini sering berpindah-pindah tempat. Meski sempat mengaku tidak memiliki rumah di Pekanbaru untuk menarik simpati, faktanya mereka memiliki tempat tinggal, ujar Zulfahmi.
Penanganan Lebih Lanjut oleh Dinsos
Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa keluarga tersebut tinggal di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Tim Dinsos bersama lurah serta perangkat RT dan RW setempat kemudian mengantarkan mereka kembali ke rumah untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
Dalam proses mediasi, pihak kelurahan berkomitmen untuk membantu keluarga ini dalam pengurusan identitas kependudukan. Selain itu, Dinsos juga berencana mengusulkan data keluarga tersebut ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar mereka bisa menerima bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Upaya Jangka Panjang dan Imbauan untuk Masyarakat
Zulfahmi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Dinsos untuk memberikan penanganan yang tepat, manusiawi, dan berkelanjutan bagi warga yang membutuhkan.
Kami ingin memastikan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada razia, tetapi juga ada solusi jangka panjang agar mereka tidak kembali ke jalan, tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memberikan uang di jalan, melainkan melaporkan kasus serupa kepada Dinsos agar bisa ditangani secara profesional dan sesuai prosedur.
Kalau ada warga yang menemukan kasus seperti ini, segera laporkan ke Dinsos. Kami siap turun untuk menindaklanjuti, pungkas Zulfahmi.