
Pemanggilan Rekaman CCTV sebagai Langkah Penting dalam Kasus Kematian Iko Juliant Junior
Kuasa hukum keluarga Iko Juliant Junior dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Naufal Sebastian, menyerukan pihak kepolisian untuk membuka rekaman CCTV yang tersimpan di sekitar lokasi kejadian kematian Iko pada 31 Agustus 2025, di Jalan Veteran, Kota Semarang. Menurut Naufal, keberadaan CCTV di kawasan tersebut bisa menjadi bukti penting dalam mengungkap fakta sebenarnya dari kasus ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Desakan ini disampaikan oleh Naufal setelah mengikuti rekonstruksi kematian Iko yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang di Jalan Veteran, tepat di samping kanan Mapolda Jateng, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Ia menyatakan bahwa proses ini akan lebih mudah diselesaikan jika pihak kepolisian bersedia membuka rekaman CCTV tersebut.
“Sebetulnya sederhana, ini akan selesai dan terang kalau Polrestabes atau Polda Jawa Tengah berani membuka CCTV itu. Di pagar Polda ada dua CCTV besar, tidak mungkin ada blind spot,” ujar Naufal.
Naufal mengaku telah beberapa kali mengirim surat kepada Polda Jateng, tetapi belum mendapatkan tanggapan. Ia juga meminta Komnas HAM dan Kementerian Hukum dan HAM untuk turut serta mendorong agar rekaman CCTV tersebut dibuka ke publik.
“Kami sudah minta Komnas HAM karena mereka juga datang ke Polda. Kami dorong Komnas HAM kalau sudah dapat rekaman CCTV untuk dibuka ke publik supaya kami tidak bertanya-tanya,” tambahnya.
Selain menunggu hasil rekaman CCTV, tim kuasa hukum juga sedang mempersiapkan keterangan saksi. Beberapa saksi membutuhkan asesmen psikologis untuk memastikan kesaksian mereka kuat sebelum disampaikan kepada penyidik.
Dugaan Kejadian yang Tidak Murni
Naufal menambahkan bahwa pihaknya menduga kejadian yang menimpa Iko bukanlah kecelakaan murni. Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian Ilham, rekan Iko, yang menyatakan bahwa Iko tidak ditabrak kendaraan lain, melainkan terjatuh karena dilempar.
“Ilham berkali-kali menegaskan, ‘saya jatuh dilempar, Mas’. Ilham tidak melihat motor rusak. Ada saksi yang melihat saat jatuh itu motor tidak rusak,” tambah Naufal.
Keterangan Ilham bertentangan dengan saksi Aziz dan Ficky yang dihadirkan polisi dalam rekonstruksi. Ficky mengaku ditabrak dari belakang oleh Iko, sementara Ilham menyatakan bahwa ia menuju Veteran dari Jalan Pahlawan dan tidak mengalami tabrakan dengan pengendara motor lainnya.
Penyelidikan Terus Berlangsung
Meskipun demikian, kuasa hukum masih terus mempelajari rekaman CCTV yang telah diperoleh dari RSUP Dr. Kariadi dan Dinas Perhubungan di Jalan Pahlawan. Namun, rekaman tersebut tidak secara langsung mengarah ke lokasi kejadian.
“Kami ingin kasus ini benar-benar terang. Karena kalau kita logikakan, mereka bubar sekitar jam 2 pagi, mestinya tidak lebih dari setengah jam sudah sampai lokasi. Jadi dugaan kami peristiwa itu terjadi sebelum jam 3 dini hari,” tegas Naufal.
Ia berharap penyelidikan dapat segera menemui titik terang dengan dibukanya rekaman CCTV di sekitar Polda Jawa Tengah. Dengan adanya rekaman tersebut, diharapkan dapat memberikan kejelasan dan menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul seputar kematian Iko.