Keluarga Pengedar Sabu yang Kabur dari Kosan Jatinangor Sumedang Terbongkar

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Keluarga Pengedar Sabu yang Kabur dari Kosan Jatinangor Sumedang Terbongkar
Keluarga Pengedar Sabu yang Kabur dari Kosan Jatinangor Sumedang Terbongkar

Lokasi Kosan yang Jadi Tempat Persembunyian Pengedar Narkoba

Di kawasan Jatinangor, Sumedang, terdapat sebuah kontrakan yang sepi dan kurang terawat. Kontrakan ini menjadi tempat tinggal bagi komplotan diduga pengedar narkoba jenis sabu. Mereka mengontrak kamar selama 7 bulan dan akhirnya ketahuan saat digerebek oleh warga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada Rabu (22/10/2025) pagi, warga RW 02 Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berhasil menangkap pasangan sejoli yang mengaku sebagai suami istri. Namun, tiga orang lainnya, yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, berhasil kabur saat penggerebekan berlangsung.

Yana, penjaga kosan tersebut, menjelaskan bahwa dari total 34 kamar yang tersedia di kontrakan itu, hanya tiga yang ditempati. Salah satu kamar dikontrak oleh seseorang dengan inisial U, yang merupakan bagian dari komplotan tersebut. Satu kamar lainnya digunakan tanpa izin oleh U dan teman-temannya, sementara satu kamar lagi dihuni oleh seorang pensiunan polisi.

TribunJabar.id bersama Yana menyambangi kamar yang digunakan oleh komplotan tersebut pada Kamis (23/10/2025). Di dalam kamar tersebut, terlihat lemari kecil, kasur, dan pakaian. Menurut Yana, kamar tersebut atas nama U. Mereka hanya mengontrak satu kamar. Sementara kamar lainnya digunakan tanpa izin karena kuncinya hilang.

Kontrakan tersebut berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Raya Jatinangor. Meski begitu, kondisinya tampak tidak terawat. Lingkungan sekitar terasa sepi dan gelap. Beberapa bagian atap memiliki kerusakan yang menyebabkan bocoran air.

"Banyak sekali, dari 34 kamar, hanya isi 3 saja," ujar Yana.

Dari luar, bangunan kontrakan berwarna krem, namun catnya sudah memudar. Cat luntur di berbagai bagian, meninggalkan noda hitam yang seperti aliran air hujan di dinding. Selain itu, kontrakan juga terlihat gelap di mana-mana. Konsep kamar-kamar kosan tersebut tampaknya hanya kamar dengan kamar mandi di luar area kamar.

Fasilitas dan Kondisi Bangunan

Kondisi bangunan kontrakan ini sangat memprihatinkan. Dindingnya terlihat usang, dengan cat yang mulai mengelupas. Beberapa bagian atap juga rusak, sehingga membuat ruangan terasa dingin dan tidak nyaman. Tidak ada pencahayaan yang cukup di beberapa sudut, membuat suasana semakin gelap.

Meskipun terletak dekat jalan raya, lingkungan sekitar kontrakan tidak ramai. Banyak warga yang tinggal di sekitar area tersebut tidak tahu bahwa ada komplotan pengedar narkoba yang tinggal di sana. Hal ini membuat kontrakan menjadi tempat yang ideal untuk aktivitas ilegal.

Selain itu, sistem keamanan di kontrakan ini juga sangat minim. Tidak ada pengawasan yang ketat, sehingga memudahkan para pelaku untuk melakukan kejahatan tanpa terdeteksi. Warga sekitar pun sering kali tidak sadar bahwa mereka tinggal di dekat lokasi yang rawan.

Penutup

Peristiwa penggerebekan ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar. Dengan adanya kepedulian dan tindakan cepat dari warga, kejahatan dapat dicegah sebelum semakin merajalela. Selain itu, pemerintah dan aparat hukum juga perlu lebih aktif dalam memantau wilayah-wilayah yang dianggap rawan.

Kontrakan yang sepi dan tidak terawat ini menjadi contoh bagaimana lingkungan yang tidak diperhatikan bisa menjadi tempat persembunyian bagi pelaku kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan infrastruktur dan peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan