
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Kondisi keuangan perbankan di Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda penguatan, khususnya pada kelompok bank berdasarkan modal inti kategori ketiga (KBMI III). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), capital adequacy ratio (CAR) KBMI III berhasil meningkat menjadi 25,44% per Agustus 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dari level 25,01% pada Agustus 2024. Peningkatan CAR ini menandakan bahwa sejumlah bank dalam kategori ini mampu menjaga dan bahkan meningkatkan kesehatan modal mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebaliknya, CAR untuk KBMI IV justru mengalami penurunan. Data menunjukkan bahwa CAR KBMI IV turun menjadi 22,76% dari posisi 23,71% pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini juga terlihat dalam laporan keuangan kuartal III-2025 dari beberapa bank dalam kategori tersebut. Misalnya, CAR PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turun menjadi 21,09% dari 21,83%. Begitu pula dengan CAR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang turun menjadi 19,04% dari 20,08%, serta CAR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mencatatkan penurunan menjadi 23,01% dari posisi 24,96%.
Namun, tidak semua bank dalam KBMI III mengalami penurunan. CAR PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil tumbuh menjadi 24,73% dari 23,44%. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan memperkirakan bahwa posisi CAR saat ini akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti. Ia menyatakan bahwa CAR akan berada di kisaran 24% hingga 25% selama tahun ini, yang jauh di atas ambang batas minimal.
“Kami perkirakan CAR akan di sekitar 24% hingga 25% tahun ini, yang mana jauh di atas ketentuan. Sangat kuat,” ujarnya kepada aiotrade, Jumat (14/11/2025).
Posisi CAR yang solid ini, menurut Lani, memberikan ruang bagi bank untuk terus melakukan investasi dan ekspansi. Hal serupa juga disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Steffano Ridwan. Menurutnya, kecukupan modal memungkinkan bank untuk berekspansi secara lebih cepat dan stabil. CAR Maybank Indonesia per September 2025 ada di posisi 27,09%, tumbuh dari posisi 24,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“CAR terus terjaga karena memang bank terus melakukan balance sheet optimization untuk menjaga CAR agar selalu di ratio yang sehat,” kata Steffano.
Dengan CAR yang stabil, ekspansi kredit di industri dan segmen yang sesuai dengan risk appetite bank tetap berjalan normal. Untuk tahun 2026, Maybank Indonesia masih menargetkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri.
Menurut Advisor Banking & Finance Development Center Moch Amin Nurdin, posisi CAR perbankan saat ini terbilang kuat, bahkan di atas rata-rata Asia dan global yang berada di kisaran 20%. “Batas CAR minimal kan di angka 15%, meskipun idealnya antara 18% hingga 20%. Rata-rata perbankan di Indonesia di atas itu,” ujar Amin.
Posisi CAR yang kuat ini membuka peluang bagi perbankan untuk melakukan sejumlah aksi korporasi, termasuk akuisisi. Apalagi, OJK baru-baru ini mendorong konsolidasi perbankan sehubungan dengan penghapusan KBMI I. Meski di awal akan terjadi penurunan CAR pasca akuisisi, jika semua berjalan lancar, konsolidasi dan proses lainnya dapat membuat CAR membaik.
Saat ini, menurut Amin, ada lima hal yang bakal memengaruhi keputusan akuisisi perbankan, yaitu: kesamaan bisnis, tingkat kesehatan atau risiko, kualitas aset produktif alias kredit, pengembangan bisnis jika bisnisnya tak sama, serta pertumbuhan anorganik.