Kematian Mengerikan di Bojonggede: Korban Dibunuh dan Dililit Kawat

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Kematian Mengerikan di Bojonggede: Korban Dibunuh dan Dililit Kawat


DEPOK, aiotrade—
Polisi melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pria berinisial AN (25) oleh tiga tersangka, yaitu MEO, MFR, dan AS, di Aula Polsek Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa (16/12/2025). Rekonstruksi ini dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian yang berujung pada kematian korban.

Menurut Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah, rekonstruksi tidak dilakukan di kontrakan tempat kejadian perkara (TKP) karena ingin mengurangi risiko gangguan selama proses reka adegan. Ketiga tersangka, yang mengenakan pakaian khas tahanan, menjalani 21 adegan yang dimulai dari saat korban hendak meninggalkan lokasi namun dicegat oleh para pelaku.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mereka menahan korban dengan memegang bahu hingga kaki sebelum menjatuhkan dan menganiayanya menggunakan tangan kosong. Pada adegan nomor 10, MFR memecahkan gelas kaca ke kepala korban, lalu mengambil pisau dari dapur dan menusuk korban beberapa kali di kepala. Penusukan dilakukan bergiliran, termasuk oleh MEO yang menusuk dada korban dengan pisau yang sama.

Abdullah menjelaskan, korban masih bernapas saat penusukan berlangsung. Di adegan nomor 13, MFR mengambil gitar listrik dan mengayunkannya ke kepala korban, menimbulkan luka memar dan tusuk di kepala serta dada.

“Yang menggunakan pisau hanya dua pelaku saja. Melihat lukanya itu sekitar 3-4 tusukan di kepala dan satu lagi di dada,” ujar Abdullah.

Korban dililit kawat bendrat
Penganiayaan terutama dilakukan oleh MEO dan MFR, sementara AS terlihat menghindar namun ikut membersihkan darah korban. Pada adegan nomor 16, MEO menjerat leher korban dengan kawat bendrat. Setelah korban lemas, MEO menggeledah jaket korban dan mencuri ponsel serta kunci motor sebelum kabur bersama AS.

Di adegan nomor 19, korban diseret dari ruang tamu ke dapur, sementara bajunya dilepas untuk membersihkan darah di lantai. Abdullah menjelaskan, penyebab kematian korban adalah cekikan menggunakan kawat. Pelaku MEO mengaku melihat korban masih sadar meski sudah dianiaya berkali-kali.

“(Penyebab kematian) cekikan pakai kawat,” ujar MEO.
“Saya tanyakan kepada tersangka itu pada saat dikawatin, (katanya) korban sudah enggak berdaya tapi masih hidup,” tambah Abdullah menirukan pengakuan tersangka.

Awal mula kejadian
Kasat Reskrim Polres Metro Depok Komisaris Made Gede Oka menjelaskan, insiden bermula ketika korban bertemu MEO melalui grup obrolan Facebook pada Sabtu (1/11/2025). Mereka chatting di grup Facebook dan bersepakat untuk bertemu bersama-sama atau nongkrong di rumah salah satu tersangka, yang juga menjadi TKP pembunuhan.

Keesokan harinya, Minggu (2/11/2025), korban datang ke kontrakan yang ternyata milik salah satu tersangka lain. Mereka mengobrol mulai pukul 22.00 WIB sebelum MEO meminjam uang dari korban untuk biaya persalinan pacarnya.

“Tersangka MEO meminjam uang Rp 4 juta kepada korban dengan alasan untuk persalinan ataupun biaya persalinan pacarnya,” ujarnya.

Permintaan itu tidak dipenuhi korban, memicu tersangka tersinggung dan terjadilah cekcok. Perkelahian berujung penganiayaan brutal hingga korban tewas bersimbah darah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan