Kembali Terjadi, Bagaimana Salju Muncul di Arab Saudi

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Kembali Terjadi, Bagaimana Salju Muncul di Arab Saudi

Peristiwa langka terjadi di kawasan Arab Saudi pada hari Kamis, 18 Desember 2025. Wilayah yang sebagian besar terdiri dari gurun pasir yang tandus tiba-tiba tertutup oleh lapisan salju yang turun di Pegunungan Jabal Al Lawz. Fenomena ini mengejutkan warga setempat dan menjadi topik pembicaraan di berbagai media sosial.

Jabal Al Lawz dengan ketinggian 2.580 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu titik tertinggi di Arab Saudi. Ketinggian ini membuatnya rentan terhadap suhu ekstrem yang bisa anjlok hingga di bawah nol derajat Celsius saat musim dingin tiba. Beberapa sistem tekanan rendah di Timur Tengah telah membawa curah hujan lebat selama seminggu terakhir. Massa udara dingin ini bergerak ke selatan, melewati wilayah Levant, dan akhirnya menghantam bagian utara Arab Saudi. Pertemuan antara massa udara dan suhu beku di ketinggian inilah yang kemudian menghasilkan kristal-kristal es.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemandangan langka ini memicu euforia yang terlihat jelas di berbagai platform media sosial. Video yang beredar menunjukkan antusiasme warga saat mendirikan tenda, menyeduh kopi panas di tengah salju, serta melakukan tarian, nyanyian, dan puji-pujian. Terlihat dalam video tersebut bahwa masyarakat lokal seperti menikmati fenomena alam ini.

Namun, keindahan fenomena alam ini juga datang dengan risiko keselamatan. Pemerintah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Teluk lainnya telah mengeluarkan imbauan peringatan agar masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di kawasan bersalju itu. Pemerintah setempat meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana yang bisa terjadi saat cuaca ekstrem ini berlangsung.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Saudi Gazette, fenomena turunnya salju itu merupakan yang pertama kali pada tahun ini di dataran tinggi Trojena dan sebagian wilayah Tabuk di Arab Saudi bagian utara. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) dalam laporan cuacanya mengindikasikan adanya potensi serupa akibat turunnya salju ringan dan pembentukan embun beku di sebagian dataran tinggi Tabuk dan Hail, serta di bagian timur laut dataran tinggi Madinah.

Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa langit sebagian berawan hingga berawan dengan badai petir dan hujan yang tersebar di bagian barat dan barat daya negara kerajaan tersebut. Sementara curah hujan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Tabuk, Al-Jouf, Hail, dan Qassim, dengan kemungkinan terbentuknya kabut di beberapa wilayah tersebut.

Prakiraan cuaca setempat memprediksi potensi kemunculan badai petir sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan banjir bandang, disertai hujan es dan angin kencang di sebagian wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan Perbatasan Utara.

Sebelumnya, pada November 2024, wilayah Al-Jawf di Arab Saudi yang merupakan gurun pasir gersang, diselimuti salju untuk pertama kalinya. Saat itu, Pusat Meteorologi Nasional (NCM) UEA mengaitkannya dengan sistem tekanan rendah yang berasal dari Laut Arab dan meluas hingga ke Oman.

Salju juga seringkali turun di daerah pegunungan utara Turaif, Arar, dan Rafha. Sita Planasari berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan