
Pesantren Award 2025: Penghargaan untuk Tokoh dan Pesantren Berkontribusi Besar dalam Pendidikan Islam
Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan Pesantren Award 2025 sebagai bentuk penghargaan bagi pesantren, santri, serta tokoh yang berperan besar dalam kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Acara ini menjadi ajang bergengsi yang disiapkan secara matang dan profesional oleh tim Kemenag sejak 7 Juli 2025.
Menurut Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, Pesantren Award 2025 bukan sekadar penghargaan biasa, melainkan wujud apresiasi atas dedikasi panjang dunia pesantren dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing tinggi. Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin dunia pesantren mendapat tempat strategis dalam pembangunan nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kita ingin dunia pesantren mendapat tempat strategis dalam pembangunan nasional,” ujarnya dalam sambutan di Aula H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag Thamrin, Senin (20/10/2025).
Suyitno juga memberikan apresiasi atas kerja keras dewan juri lintas bidang yang diketuai Alissa Wahid bersama tokoh-tokoh nasional lain. Proses penilaian dianggap transparan dan berintegritas. Ia menyaksikan langsung bagaimana para juri berdiskusi penuh integritas agar penghargaan diberikan pada pihak yang benar-benar layak.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, serta tokoh pesantren nasional. Pesantren Award 2025 menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Empat Kategori Utama dalam Pesantren Award 2025
Empat kategori utama yang diberikan dalam acara ini antara lain: - Santri Inspiratif - Pesantren Transformatif - Kepala Daerah Peduli Pesantren - Lifetime Achievement untuk tokoh berpengaruh
Dalam kategori Santri Inspiratif, penghargaan diraih oleh Khoirul Adib dari Ponpes Darul Ilmi Semarang, Qatratun Nadia dari Fadlun Minallah Bantul, dan Tsuroiyah Hamidah dari Sunan Drajat Lamongan.
Kategori Pesantren Transformatif diberikan kepada Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Sunan Pandanaran Sleman, serta Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.
Sementara itu, kategori Kepala Daerah Peduli Pesantren diraih oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Penghargaan tertinggi, Lifetime Achievement, diberikan kepada KH. A. Sahal Mahfudz, KH. Achmad Shiddiq, KH. Imam Zarkasyi, KH. Ali Yafie, dan Nyai Hj. Sholihah Wahid atas jasa luar biasa mereka dalam memajukan pendidikan Islam.
Peran Tokoh dan Santri dalam Pembangunan Nasional
Ketua Dewan Juri Alissa Wahid menyampaikan bahwa dari ketulusan para penerima penghargaan, lahirlah keabadian. Mereka bukan hanya guru santri, tetapi inspirasi bagi kemanusiaan.
“Mereka bukan hanya guru santri, tapi inspirasi bagi kemanusiaan,” katanya.
Malam puncak Pesantren Award 2025 ditutup dengan peresmian Gerakan Wakaf Santri Nusantara oleh Menag, Sekjen Kemenag, Dirjen Pendidikan Islam, dan Direktur Pesantren Basnang Said. Gerakan tersebut menjadi langkah monumental Kementerian Agama dalam memperkuat ekonomi syariah produktif berbasis pesantren dengan santri sebagai motor penggeraknya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Dengan adanya penghargaan seperti Pesantren Award 2025, dunia pesantren diharapkan semakin memiliki ruang dalam pembangunan nasional. Para penerima penghargaan menjadi contoh nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan inovasi.
Santri dan tokoh pesantren yang terpilih dalam acara ini menunjukkan bahwa potensi yang dimiliki oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam sangat besar. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, pesantren dapat menjadi salah satu pilar utama dalam menjawab tantangan masa depan.
Selain itu, Gerakan Wakaf Santri Nusantara yang diluncurkan dalam acara ini membuka peluang baru bagi santri untuk berperan dalam perekonomian syariah. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat basis pendidikan Islam.