
Penjelasan Kemenag tentang Natal Bersama
Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan penjelasan terkait kegiatan Natal Bersama yang diselenggarakan oleh institusi tersebut. Penegasan ini dilakukan mengingat adanya berbagai respons publik yang berkembang terkait rencana perayaan Natal di lingkungan Kemenag menjelang akhir tahun 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menekankan bahwa Natal Bersama Kemenag secara khusus ditujukan bagi umat Kristen Protestan dan Katolik. Kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk melibatkan seluruh pemeluk agama dalam bentuk ibadah bersama.
“Terkait isu Natal Bersama, perlu kami tegaskan bahwa yang dimaksud adalah perayaan Natal bersama umat Kristen dan Katolik. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan lintas agama,” ujar Romo Muhammad Syafi’i saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Menurut Wamenag, klarifikasi tersebut penting disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Natal di lingkungan Kemenag tetap sejalan dengan prinsip toleransi dan moderasi beragama yang menjadi kebijakan nasional, sekaligus menghormati batas-batas ajaran dan tradisi masing-masing agama.
Festival Kasih Nusantara
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga menjelaskan bahwa Natal Bersama Kemenag tahun ini dikemas dalam tajuk Festival Kasih Nusantara. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan perkiraan jumlah peserta sekitar 2.000 orang.
Festival Kasih Nusantara diselenggarakan oleh Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen dan Direktorat Jenderal Bimas Katolik. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan ibadah Natal bagi aparatur sipil negara (ASN) Kemenag yang beragama Kristen Protestan dan Katolik bersama keluarga masing-masing.
Setelah ibadah Natal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Festival Kasih Nusantara yang menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Beberapa penampilan yang dijadwalkan antara lain barongsai dari komunitas Khonghucu, paduan suara anak Buddha, serta tari Bali dari tradisi Hindu. Kemenag menegaskan bahwa partisipasi lintas budaya tersebut bersifat pertunjukan seni, bukan bagian dari ibadah keagamaan.
Natal Nasional dan Persiapan Pengamanan
Selain Festival Kasih Nusantara, umat Kristiani juga akan menyelenggarakan Natal Nasional. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 3.500 orang.
Terkait aspek pengamanan, Wamenag memastikan bahwa seluruh jajaran Kemenag siap memberikan pelayanan terbaik agar umat beragama dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan khidmat selama momentum Natal dan Tahun Baru. Ia juga menginstruksikan panitia perayaan Natal dan Tahun Baru untuk terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Berdasarkan paparan yang kami terima, seluruh tempat ibadah yang melaksanakan perayaan Natal telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya. Wamenag menambahkan, apabila perayaan atau ibadah Natal menggunakan tempat umum, maka panitia wajib memperhatikan aspek kelayakan lokasi, keamanan, serta perizinan dari pihak berwenang.
Untuk kegiatan berskala besar, ia menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan serta langkah-langkah mitigasi bencana.
Prinsip Ramah Lingkungan dan Sosial
Selain keamanan, Kemenag juga mendorong agar perayaan Natal dan Tahun Baru mengedepankan prinsip ramah lingkungan serta memperkuat kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut dinilai sebagai wujud nyata dari nilai kasih dan kepedulian sosial yang menjadi pesan utama Natal.
“Kami juga mengimbau agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan, sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami bencana,” kata Wamenag.
Menag Ajak Jaga Toleransi dan Kerukunan
Sejalan dengan itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Katolik dan Kristen untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum mendalami pesan-pesan spiritual Natal sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama.
“Pesan Natal untuk kita semuanya. Mari rekan-rekan yang merayakan Natal mengambil hikmah yang sedalam-dalamnya dari pesan-pesan Natal itu sendiri,” ujar Menag saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Tangerang, Banten, Selasa (16/12/2025).
Menag juga mengimbau masyarakat yang tidak merayakan Natal agar memberikan ruang dan kesempatan kepada umat Kristiani untuk menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. Menurutnya, sikap saling menghormati dan toleransi merupakan kunci utama menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Bagi kita yang tidak ikut merayakan Natal, mari memberikan ruang dan kesempatan serta menjaga kondisi yang kondusif, supaya saudara-saudara kita yang merayakan Natal bisa khusyuk,” ujar Menag.
Melalui berbagai agenda perayaan Natal tersebut, Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus menjaga harmoni, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan berlangsung aman, tertib, dan penuh makna.