
Peluncuran Kampung Zakat di Desa Sijago-jago, Tapanuli Tengah
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah bekerja sama dengan Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara resmi meluncurkan program Kampung Zakat di Desa Sijago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Acara peluncuran berlangsung di Masjid Taqwa Kecamatan Badiri pada hari Selasa, 11 November.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap program tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Pemerintah Tapteng memberi apresiasi sebesar-besarnya dan siap mendukung. Ini langkah luar biasa dalam upaya mendukung ekonomi masyarakat. Saya berharap program ini dapat berhasil sehingga tujuan untuk meningkatkan perekonomian bisa tercapai," ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Tengah, Julsukri Magandar Limbong, S.Ag.MM menjelaskan bahwa Desa Sijago-jago menjadi satu-satunya Kampung Zakat di Sumatera Utara pada tahun ini sesuai arahan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI.
"Program ini merupakan sinergi antara Kemenag Tapteng, FOZ Sumut, dan Baznas Tapteng. Kita sama-sama percaya bahwa dana zakat dapat menyejahterakan masyarakat. Target kami, dalam tiga tahun masyarakat sudah bisa memiliki usaha budidaya ikan paname," ungkapnya.
Ketua FOZ Sumut, Sulaiman, juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh keberhasilan program Kampung Zakat di Tapteng.
"Kami siap bersama-sama menyukseskan Kampung Zakat. Harapannya bisa membantu mustahik di sini meningkatkan ekonomi sehingga mandiri, bahkan ke depan bisa menjadi muzakki," katanya.
Ia menambahkan, dana zakat merupakan amanah masyarakat yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Karena itu, kami berharap penerima manfaat nantinya dapat bersungguh-sungguh agar bantuan tepat sasaran dan berhasil memberdayakan ekonomi warga," harapnya.
Peluncuran Kampung Zakat ditandai dengan penaburan benih di empat kolam. Dua kolam ditabur benih ikan nila sementara dua kolam lainnya ditaburi benih ikan paname.
Selain itu, turut dilakukan penyaluran bantuan berupa 150 paket sembako dari Kemenag Tapteng dan 45 paket dari FOZ Sumut, beserta Al-Qurβan dan hijab untuk masyarakat setempat.
Dalam kegiatan ini juga hadir Kasi Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Tapteng, Binsar H. Siregar sebagai penanggungjawab program serta perwakilan dari berbagai lembaga anggota FOZ Sumut, di antaranya Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Daarut Tauhiid (DT) Peduli, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Rumah Yatim, dan Yakesma.
Sinergi Lembaga dalam Mendukung Kampung Zakat
Program Kampung Zakat tidak hanya menjadi inisiatif Kemenag Tapteng dan FOZ Sumut, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga zakat dan sosial lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.
Beberapa lembaga yang terlibat dalam acara ini antara lain:
- Dompet Dhuafa β Lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program kesejahteraan sosial.
- Rumah Zakat β Berkomitmen untuk mengelola dana zakat secara profesional dan transparan.
- Daarut Tauhiid (DT) Peduli β Menyediakan bantuan sosial dan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
- Baitul Maal Hidayatullah (BMH) β Melibatkan masyarakat dalam program pengentasan kemiskinan.
- Rumah Yatim β Memberikan perlindungan dan pendidikan kepada anak-anak yatim.
- Yakesma β Fokus pada pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah Awal Menuju Kemandirian Ekonomi
Peluncuran Kampung Zakat di Desa Sijago-jago adalah awal dari upaya kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki usaha yang berkelanjutan dan mandiri.
Dalam tiga tahun ke depan, target utama adalah membantu masyarakat dalam membudidayakan ikan paname. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan yang stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, penyaluran bantuan seperti sembako, Al-Qurβan, dan hijab juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Dengan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak, Kampung Zakat di Desa Sijago-jago diharapkan menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat.