Kemendag Jaga Stabilitas Harga Beras dan Pasokan

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 20x dilihat
Kemendag Jaga Stabilitas Harga Beras dan Pasokan


Stabilitas Harga Beras dan Kebutuhan Pokok Nasional Dijaga dengan Berbagai Langkah Strategis

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa harga beras nasional saat ini berada dalam kondisi stabil, dengan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa beras merupakan komoditas strategis yang menjadi prioritas utama dalam pengendalian inflasi pangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional akan terus menjaga pasokan beras agar tetap mencukupi serta mencegah lonjakan harga di pasar,” ujar Budi dalam pernyataannya, Selasa (21/10/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah efektif untuk menjaga stabilitas harga beras.

Menurut Budi, harga beras medium di sentra produksi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu sekitar Rp 11.200 – Rp 11.800 per kilogram. Namun, harga beras rata-rata nasional masih sedikit di atas HET, terutama karena faktor distribusi di wilayah timur seperti Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

“Tren harga terus menurun dibanding beberapa bulan lalu. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan distribusi dan efektivitas intervensi pasar,” jelasnya.

Langkah-Langkah Pengendalian Harga Beras

Untuk menjaga stabilitas harga beras, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah strategis. Pertama, optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Kedua, memperkuat kolaborasi dalam penyaluran SPHP antara lembaga terkait.

Ketiga, melanjutkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menekan harga pangan strategis. Terakhir, memperkuat pengawasan melalui monitoring lapangan dan pemanfaatan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) secara terbuka guna mendeteksi lebih dini potensi kenaikan harga.

“Kami membuka akses publik terhadap data harga kebutuhan pokok agar masyarakat dapat memantau kondisi pasar secara transparan. Dengan begitu, intervensi dapat dilakukan lebih cepat bila terjadi kenaikan harga signifikan,” ujar Budi.

Ia menambahkan, data SP2KP yang diperbarui setiap hari menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan harga pangan nasional dan perhitungan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Stabilitas Harga Komoditas Lain

Selain beras, Budi menyebut sejumlah komoditas pokok lain juga terpantau stabil. Harga ayam ras kini berada di kisaran Rp 39.000 per kilogram, sementara harga cabai merah besar turun menjadi sekitar Rp 52.800 per kilogram dari sebelumnya Rp 73.000 per kilogram.

“Secara keseluruhan, harga pangan nasional menunjukkan tren perbaikan. Kemendag akan terus memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun,” pungkas Budi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan