
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dorong Pemda Aktif Melestarikan Bahasa Daerah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk berperan aktif dalam melestarikan bahasa daerah. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam menjaga kekayaan linguistik yang terancam kepunahan.
Pada acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tanah Papua 2025 di Kota Sorong, Selasa (21/10/2025), Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen Adu Budiwiyanto menyampaikan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga bahasa semata, tetapi juga membutuhkan dukungan nyata dari pemda.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kami berharap pemda mendukung program revitalisasi bahasa daerah, agar dapat menjangkau lebih banyak pelajar, sekolah, dan komunitas,” ujar Adu.
Menurutnya, Balai Bahasa Provinsi Papua mencatat capaian yang menggembirakan sepanjang tahun ini. Sebanyak 190 pengajar utama mendapatkan bimbingan teknis, lalu mengimbaskan pengetahuan kepada 596 pengajar sejawat dan 9.816 siswa di Tanah Papua.
“Papua sangat kaya bahasa daerah dan ini merupakan harta karun budaya yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” katanya.
Program Revitalisasi Bahasa Daerah 2025
Program revitalisasi bahasa daerah pada 2025 melibatkan 111 bahasa atau dialek di 309 kabupaten/kota dari 36 provinsi secara nasional. Kegiatan tersebut telah menghasilkan 170 modul bahan ajar, melatih 8.767 pengajar utama, 9.992 pengajar sejawat, serta memberikan dampak kepada 847.767 siswa di seluruh Indonesia.
Adu mengakui bahwa program revitalisasi bahasa daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan anggaran. Namun, ia optimistis tujuan pelestarian bahasa dapat tercapai dengan kolaborasi lintas sektor.
“Perlindungan terhadap bahasa daerah adalah tanggung jawab bersama, terutama di tingkat pemda dan keluarga,” ujarnya.
Peran Pemda dalam Pelestarian Bahasa Daerah
Peran pemerintah daerah sangat penting dalam pelestarian bahasa daerah. Pemda dapat memberikan dukungan dalam bentuk anggaran, kebijakan, dan inisiatif lokal yang mendukung penggunaan dan pembelajaran bahasa daerah di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemda antara lain:
- Membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pelestarian bahasa daerah.
- Memberikan pelatihan bagi guru dan pengajar tentang metode pengajaran bahasa daerah.
- Mengintegrasikan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan bahasa daerah.
Selain itu, pemda juga bisa bekerja sama dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penggunaan dan pemahaman terhadap bahasa daerah.
Tantangan dalam Pelestarian Bahasa Daerah
Meskipun ada beberapa pencapaian yang signifikan, pelestarian bahasa daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Banyak daerah yang kesulitan dalam menyediakan dana yang cukup untuk mendukung program revitalisasi bahasa daerah.
Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya bahasa daerah juga perlu ditingkatkan. Banyak orang cenderung lebih mengutamakan penggunaan bahasa nasional atau bahasa asing, sehingga bahasa daerah semakin jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan strategi yang lebih efektif, seperti edukasi dini, promosi melalui media, dan penguatan identitas budaya melalui kegiatan seni dan tradisi lokal.
Kesimpulan
Pelestarian bahasa daerah bukanlah tugas yang mudah, tetapi sangat penting untuk menjaga kekayaan budaya dan identitas lokal. Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, upaya pelestarian bahasa daerah dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, pelestarian bahasa daerah juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman budaya Indonesia. Oleh karena itu, semua pihak perlu berkomitmen untuk menjaga dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah yang kaya akan makna dan nilai-nilai budaya.