
Terobosan Baru untuk Kesejahteraan Guru
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melakukan sejumlah inovasi guna meningkatkan kesejahteraan para guru di tahun-tahun mendatang. Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan kemudahan dalam birokrasi bagi para guru yang menerima tunjangan dan insentif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sebelumnya tunjangan tersebut diberikan melalui pemerintah daerah. Namun kini, pengiriman tunjangan tersebut akan langsung ke rekening masing-masing guru. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa guru menerima bantuan secara lebih cepat dan efisien.
Peningkatan Tunjangan Sertifikasi
Selain itu, Kemendikdasmen juga akan meningkatkan tunjangan sertifikasi bagi guru ASN dan non-ASN. Untuk guru non-ASN, peningkatan tunjangan sertifikasi mencapai Rp2 juta per bulan, sedangkan untuk guru ASN, besaran tunjangan sertifikasi setara dengan gaji pokok mereka. Tunjangan ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.
Tak hanya itu, insentif bagi guru honorer juga akan diberikan sebesar Rp300.000 per bulan. Dalam waktu 7 bulan, setiap guru akan menerima total sebesar Rp2,1 juta pada tahun 2025. Adapun, untuk tahun 2026, insentif tersebut akan naik menjadi Rp400.000 per bulan.
Realisasi Tunjangan Tahun 2025
Selama tahun 2025, Kemendikdasmen telah merealisasikan berbagai bentuk tunjangan untuk guru. Untuk guru ASN, realisasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) mencapai Rp34,70 triliun kepada 1.460.952 guru. Selain itu, Dana Tambahan Penghasilan Guru (DTP) sebesar Rp220,75 miliar diberikan kepada 147.245 guru, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) sebesar Rp1,15 triliun untuk 56.134 guru di daerah 3T.
Sementara itu, untuk guru non-ASN, realisasi TPG mencapai Rp6,56 triliun kepada 395.967 guru, TKG sebesar Rp337,28 miliar untuk 26.763 guru, dan Insentif guru non-ASN sebesar Rp736,31 miliar kepada 347.383 guru. Capaian ini menunjukkan bahwa realisasi TPG melebihi target hingga 100,8%, sedangkan insentif mencapai 95,5%.
Bantuan Subsidi Upah PAUD Non-Formal
Selain itu, Kemendikdasmen juga telah merealisasikan Bantuan Subsidi Upah PAUD Non-Formal sebesar Rp143,44 miliar untuk 239.061 guru. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru yang mengajar di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD) non-formal.
Dengan berbagai terobosan dan realisasi tunjangan yang telah dilakukan, Kemendikdasmen menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas guru di seluruh Indonesia. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja dan motivasi para guru dalam memberikan pendidikan berkualitas kepada siswa-siswa Indonesia.