
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang bagi pihak swasta dalam pengembangan kereta api feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor menggunakan kereta gantung atau skytrain.
"Sektor swasta bisa ikut berpartisipasi jika ada yang tertarik," ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Antoni Arif Priadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 November 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kemenhub berencana untuk melanjutkan jalur LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor yang saat ini terhenti di stasiun Harjamukti (Cibubur) ke Mekarsari dan wilayah sekitarnya. Rencananya, kereta gantung akan digunakan sebagai moda pengumpan (feeder) LRT tersebut.
Pemilihan kereta gantung sebagai feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor didasarkan pada permasalahan lahan. Biaya proyek kereta pengumpan ini diperkirakan berkisar antara Rp 4,48 triliun hingga Rp 10,61 triliun. Proyek konstruksi jalur dan stasiun akan dilakukan secara layang (elevated) dengan panjang jalur skytrain sekitar 21,44 kilometer. Kecepatan rata-rata kereta ini adalah 40-50 km/jam, sehingga waktu tempuhnya sekitar 30 menit.
Skema pembiayaan untuk skytrain feeder LRT tersebut bersifat investasi murni tanpa dukungan fiskal. Proyek ini diperkirakan dapat melayani sekitar 26 ribu penduduk.
Sebagai informasi tambahan, Kemenhub sedang mengkaji rencana penggunaan skytrain yang akan menghubungkan wilayah Tangerang Selatan dan Bogor sebagai moda pengumpan untuk mendukung jaringan transportasi massal seperti MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan bahwa pengembangan moda transportasi baru, seperti kereta gantung, tengah dievaluasi karena dinilai sebagai solusi efisien, hemat biaya, dan minim gangguan terhadap lingkungan perkotaan yang padat.
Selain itu, Wamenhub berharap proyek ini dapat mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Dengan demikian, kemacetan di kawasan Jakarta dan sekitarnya dapat dikurangi serta kualitas udara meningkat.
Menurut Suntana, semakin sedikit kendaraan pribadi di jalan raya, maka polusi udara di Jakarta akan semakin baik. Hal ini menjadi salah satu tujuan utama dari pengembangan sistem transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.
Beberapa manfaat lain yang diharapkan dari proyek ini antara lain:
- Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi umum.
- Mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama.
- Meningkatkan efisiensi perjalanan dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
- Menyediakan alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Dengan adanya proyek ini, Kemenhub berupaya menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah-langkah seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat Jakarta dan sekitarnya.