JAKARTA, aiotrade
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan kebijakan Zero Kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027. Langkah ini dilakukan melalui penyusunan peta jalan yang komprehensif serta sembilan Rencana Aksi Nasional (RAN) dalam penanganan kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan. Fokus utama dari RAN tersebut adalah integrasi data, penegakan hukum digital, serta harmonisasi regulasi. Selain itu, RAN juga mencakup ketentuan mengenai pemberian insentif dan disinsentif, dengan tujuan mendorong kepatuhan badan usaha angkutan barang maupun pengelola kawasan industri dalam menerapkan kebijakan Zero ODOL.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penerapan Zero ODOL yang dianggap akan membebani perekonomian. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) di wilayah Jakarta dan Jawa Barat, kenaikan biaya logistik diperkirakan hanya sebesar 3,3 persen. Hal ini didorong oleh kenaikan harga BBM, tarif tol, sewa truk, dan perawatan armada. Dampak inflasi yang ditimbulkan sangat kecil, yaitu antara 0,02–0,14 persen, sementara pertumbuhan ekonomi justru meningkat sebesar 0,06–0,08 persen.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Ada kekhawatiran masyarakat terhadap penerapan Zero ODOL, tapi hasil survei menunjukkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Justru kebijakan ini akan membuat iklim investasi dan perekonomian bergairah. Para pengusaha logistik atau pemilik kendaraan akan diuntungkan secara ekonomi,” ujar Aan dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2025).
Lebih lanjut, Aan menjelaskan bahwa hasil survei BPS menunjukkan bahwa penerapan Zero ODOL berpotensi menekan angka kecelakaan hingga 22,4 persen, khususnya yang melibatkan angkutan logistik. Selain itu, terdapat potensi efisiensi dan penghematan biaya infrastruktur mencapai Rp 1,4 triliun–Rp 2,8 triliun per tahun. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk sektor lain, terutama dalam mendukung ekosistem angkutan logistik.
Sebelumnya, Aan menyampaikan bahwa kendaraan over dimension over load merupakan kontributor kedua tertinggi penyebab kecelakaan di jalan setelah sepeda motor, dengan persentase 10–12 persen dari total kecelakaan yang terjadi.
“Mari kita sukseskan Zero ODOL 2027. Dengan niat baik, kita bisa menyelamatkan korban lalu lintas, karena satu nyawa saja sudah terlalu banyak. Komitmen kita hari ini akan menyelamatkan ribuan nyawa di masa depan,” ujarnya.
Tujuan Utama Zero ODOL
Penerapan kebijakan Zero ODOL memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya dengan mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan berlebihan dimensi dan muatan.
Memastikan penggunaan infrastruktur jalan lebih optimal dan tahan lama.
Mendorong kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas dan transportasi.
Meningkatkan efisiensi operasional angkutan logistik melalui pengurangan biaya perawatan dan kecelakaan.
Manfaat Ekonomi dan Sosial
Beberapa manfaat yang diharapkan dari penerapan Zero ODOL antara lain:
Penghematan biaya logistik yang signifikan, termasuk biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan.
Peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan angkutan.
Penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas, sehingga mengurangi beban sosial dan ekonomi akibat korban luka atau kematian.
Membuka peluang investasi baru dalam sektor transportasi dan logistik.
Tantangan dan Solusi
Meskipun penerapan Zero ODOL membawa banyak manfaat, ada tantangan yang perlu diatasi, seperti:
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebijakan ini.
Ketidakpatuhan sebagian pengusaha angkutan terhadap regulasi.
* Keterbatasan sumber daya untuk memantau dan menegakkan aturan.
Untuk mengatasi hal ini, Kemenhub bersama instansi terkait berkomitmen untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif, memberikan insentif bagi yang patuh, serta memperkuat penegakan hukum secara digital. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, penerapan Zero ODOL 2027 diharapkan bisa berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh pihak.