
Pemanfaatan Teknologi Starlink dalam Penanganan Bencana Banjir di Sumatera
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan 15 perangkat Starlink untuk mendukung komunikasi dan koordinasi dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Sumatera. Perangkat ini dipasang di daerah-daerah yang paling terdampak bencana, dengan tujuan memastikan kelancaran proses penanganan krisis kesehatan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, pemasangan perangkat Starlink bertujuan untuk menjaga komunikasi antar lembaga dan instansi terkait, serta memastikan pengiriman bantuan dan rujukan medis tetap berjalan cepat dan akurat. Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada hari Ahad, 7 Desember 2025.
Di Provinsi Aceh, sebanyak 9 unit Starlink telah terpasang. Di antaranya, 3 unit ditempatkan di Aceh Tamiang, 2 unit di Aceh Timur, 1 unit di Kota Langsa, 1 unit di Pidie Jaya, dan 1 unit di Bener Meriah. Selain itu, satu unit tambahan ditempatkan di Health Emergency Operation Center (HEOC) Provinsi Aceh.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara terdapat 5 unit Starlink yang dipasang. Lokasi pemasangan meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, dan Langkat. Satu unit lainnya ditempatkan di HEOC Provinsi Sumatera Utara.
Di Sumatera Barat, hanya terdapat satu unit Starlink yang dipasang di Kabupaten Agam sebagai lokasi prioritas terdampak bencana. Menurut Agus Jamaludin, komunikasi menjadi kunci dalam setiap respon kedaruratan, terlebih dalam situasi bencana seperti ini.
Pemasangan jaringan internet berbasis satelit ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi koordinasi logistik, rujukan pasien, dan pelaporan situasi di lapangan. Kemenkes akan menambah jumlah perangkat Starlink jika diperlukan, guna mendukung percepatan penanganan bencana.
Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga tanggal 8 Desember 2025, tercatat sebanyak 950 korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total korban hilang mencapai 274 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 5 ribu orang.
Akses jaringan listrik di ketiga provinsi masih dalam proses pemulihan oleh PT PLN (Persero). Sementara itu, jaringan internet di sejumlah titik masih sulit diakses karena fasilitas komunikasi yang terganggu akibat bencana.
Daftar Lokasi Pemasangan Starlink di Wilayah Sumatera
- Aceh:
- Aceh Tamiang: 3 unit
- Aceh Timur: 2 unit
- Kota Langsa: 1 unit
- Pidie Jaya: 1 unit
- Bener Meriah: 1 unit
-
Health Emergency Operation Center (HEOC) Provinsi Aceh: 1 unit
-
Sumatera Utara:
- Tapanuli Selatan: 1 unit
- Tapanuli Tengah: 1 unit
- Mandailing Natal: 1 unit
- Langkat: 1 unit
-
Health Emergency Operation Center (HEOC) Provinsi Sumatera Utara: 1 unit
-
Sumatera Barat:
- Kabupaten Agam: 1 unit
Fungsi dan Manfaat Starlink dalam Bencana
- Meningkatkan koordinasi antarinstansi dan lembaga terkait.
- Memastikan pengiriman bantuan dan rujukan medis tetap lancar.
- Mendukung pelaporan situasi di lapangan secara real-time.
- Membantu pemulihan komunikasi di area yang terdampak bencana.
Dengan adanya perangkat Starlink, Kemenkes berharap dapat mempercepat respons darurat dan meningkatkan efisiensi dalam penanganan bencana. Hal ini menjadi langkah penting dalam menghadapi kondisi yang sangat dinamis akibat bencana alam.