Kemenkeu Alokasikan Rp23,7 Triliun untuk Lumbung Pangan di APBN 2026

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Kemenkeu Alokasikan Rp23,7 Triliun untuk Lumbung Pangan di APBN 2026

Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2026 Ditingkatkan

Kementerian Keuangan telah menetapkan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 210,4 triliun untuk tahun 2026. Angka ini meningkat dibandingkan alokasi pada tahun ini yang mencapai Rp 144,6 triliun. Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp 23,7 triliun dialokasikan untuk berbagai program seperti lumbung pangan, cetak sawah, dan optimasi lahan seluas 550 hektare.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, menyatakan bahwa anggaran ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama pemerintah pada tahun depan. Ia mengatakan, “Saya rasa anggaran cadangan pangan ini masih tetap menjadi prioritas pemerintah.”

Program Produksi dalam Anggaran Ketahanan Pangan

Anggaran lumbung pangan termasuk dalam kategori produksi yang mendapat jatah sebesar Rp 162,4 triliun dari seluruh program. Selain itu, terdapat beberapa program lain yang juga mendapat alokasi dana, antara lain:

  • Subsidi pupuk sebesar 8,8 juta ton atau senilai Rp 46,9 triliun
  • Bantuan alat mesin pertanian prapanen tanaman pangan sebanyak 42,3 ribu unit
  • Pembangunan bendungan sebanyak 15 unit, irigasi seluas 212 ribu hektare, serta sarana dan prasarana senilai Rp 19,1 triliun
  • Pengembangan kawasan padi seluas 2,6 juta hektare
  • Bantuan benih-indukan sebanyak 137,6 juta ekor
  • Kampung nelayan merah putih sebanyak 250 kampung senilai Rp 5,5 triliun
  • Pergaraman nasional seluas 1.000 hektare senilai Rp 1,2 triliun

Anggaran untuk Sektor Konsumsi

Selain sektor produksi, pemerintah juga memberikan alokasi anggaran untuk sektor konsumsi. Budhianto menyebutkan bahwa pemerintah mengalokasikan Rp 6,2 triliun untuk bantuan kerawanan pangan, gerakan pangan murah, dan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Untuk SPHP sendiri, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,8 triliun pada tahun depan.

Budhianto menekankan bahwa target pemerintah bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga mampu melakukan ekspor pangan. “Targetnya adalah melakukan ekspor pangan,” ujarnya.

Perkuatan Ketahanan Pangan di Tahun Ini

Pada tahun ini, Budhianto menjelaskan bahwa alokasi APBN 2025 diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga kualitas gizi pangan.

Dia memastikan bahwa APBN 2026 tetap dialokasikan untuk sektor-sektor yang mendukung ketahanan pangan. “Ke depan, melalui APBN 2026, pemerintah akan terus memperkuat program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan