Kemenkeu Target Rp 7 Triliun dari Lelang Sukuk 9 Desember

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 10x dilihat
Kemenkeu Target Rp 7 Triliun dari Lelang Sukuk 9 Desember

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan kembali melakukan lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 9 Desember 2025. Lelang ini diharapkan mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 7 triliun.

Lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB. Hasil dari lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Dalam laman resmi Kementerian Keuangan, disebutkan bahwa seri SBSN yang akan dilelang adalah SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tujuan dari lelang ini adalah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Dengan target indikatif sebesar Rp 7 triliun, jumlah maksimal yang bisa dimenangkan dapat mencapai 200 persen.

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Proses lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price). Secara umum, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun, dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran harus melalui Dealer Utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Kementerian Keuangan juga melaporkan bahwa dalam lelang SBSN sebelumnya pada 25 November 2025, penawaran yang masuk mencapai Rp 34,4 triliun. Meski demikian, pemerintah hanya memenangkan dana sebesar Rp 10 triliun.

Berikut delapan seri SBSN yang akan dilelang oleh Kementerian Keuangan pada 9 Desember 2025:

  1. SPNS12012026 (reopening) – Jatuh tempo pada 12 Januari 2026 dengan imbalan diskonto
  2. SPNS01062026 (reopening) – Jatuh tempo pada 1 Juni 2026 dengan imbalan diskonto
  3. SPNS10082026 (reopening) – Jatuh tempo pada 10 Agustus 2026 dengan imbalan diskonto
  4. PBS030 (reopening) – Jatuh tempo pada 15 Juli 2028, dengan imbalan sebesar 5,875 persen
  5. PBS040 (reopening) – Jatuh tempo pada 15 November 2030, dengan imbalan sebesar 5 persen
  6. PBS034 (reopening) – Jatuh tempo pada 15 Juni 2039, dengan imbalan sebesar 6,5 persen
  7. PBS039 (reopening) – Jatuh tempo pada 15 Juli 2041, dengan imbalan sebesar 6,625 persen
  8. PBS038 (reopening) – Jatuh tempo pada 15 Desember 2049, dengan imbalan sebesar 6,875 persen

Dalam lelang ini, setiap peserta diharapkan dapat memberikan penawaran sesuai dengan kemampuan dan strategi investasi mereka. Pemilihan seris SBSN yang akan dilelang juga didasarkan pada kebutuhan pemerintah dalam memenuhi target APBN 2025 serta menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil bagi para investor.

Selain itu, lelang SBSN ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung perekonomian negara melalui investasi syariah. Dengan adanya berbagai opsi jatuh tempo dan tingkat bunga yang berbeda, para investor dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka.

Sebagai informasi tambahan, lelang SBSN yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan selalu transparan dan diawasi oleh otoritas terkait agar tidak terjadi praktik tidak sehat. Dengan mekanisme yang jelas dan terbuka, pemerintah berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik terhadap instrumen keuangan syariah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan