
Tim Kemenko Pangan Kunjungi Kota Sorong untuk Pantau Stok dan Harga Pangan
Tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) Pangan bersama perwakilan kementerian/lembaga pusat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong, Selasa (11/11/2025). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau perkembangan harga komoditas pangan strategis serta kesiapan stok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Kemenko Pangan Muhammad Siradj Parwito menjelaskan bahwa Sorong menjadi jalur distribusi bahan pangan di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya, sehingga memerlukan pengawasan yang lebih ketat. Pihaknya meninjau kondisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan jagung, serta memastikan kesiapan Kota Sorong menghadapi Nataru.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Biasanya menjelang momen tersebut selalu terjadi kenaikan harga, maka kami ingin melihat kondisi ini,” ujar Siradj.
Pengawasan Harga di Pasar Tradisional dan Modern
Pihaknya memantau harga barang di Pasar Remu serta sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Sorong dan Waisai. Langkah ini dilakukan untuk membandingkan harga antarpasar dan mengidentifikasi komoditas berpotensi memicu inflasi.
“Kami memantau harga-harga, terutama beras agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram,” katanya.
Selain itu, tim juga mencermati harga telur, ayam, serta cabai merah yang biasanya menjadi penyumbang utama inflasi.
Peninjauan Cadangan Pangan Daerah
Selain memantau harga, tim juga meninjau cadangan pangan daerah termasuk stok beras, minyak goreng, dan jagung yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong. Menurut Siradj, secara umum kondisi pangan di Sorong masih tergolong stabil dibandingkan wilayah lain di Papua yang memiliki tantangan geografis lebih berat.
“Kendala utama di wilayah Papua memang terletak pada logistik, tetapi di sini distribusi bahan pangan dari Jawa Timur dan Makassar berjalan cukup baik,” katanya.
Upaya Pemerintah dalam Mengurangi Biaya Logistik
Pemerintah pusat, lanjutnya, berupaya menekan biaya logistik melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah program Tol Laut dari Kementerian Perhubungan dan subsidi transportasi pangan dari kementerian terkait.
“Hasil konkret dari kunjungan ini nanti akan kami laporkan kepada pimpinan dan menteri terkait untuk langkah tindak lanjut,” ujarnya.
Penyesuaian Kebijakan Pangan Nasional dengan Kondisi Daerah
Siradj mengatakan, kebijakan pangan nasional perlu disesuaikan dengan kondisi daerah karena setiap wilayah memiliki tantangan masing-masing. Untuk Sorong, fokus utamanya adalah menjaga stabilitas harga dan memastikan stok pangan aman menjelang Nataru.
Dalam kunjungan ini, tim Kemenko Pangan juga berdiskusi dengan para pemangku kepentingan di Kota Sorong untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi pangan dan kebutuhan masyarakat. Hasil diskusi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika pasar.
Selain itu, pihak Kemenko Pangan juga memberikan masukan terkait pengelolaan cadangan pangan dan peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil, terutama di masa liburan yang sering kali menyebabkan lonjakan permintaan.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah Sorong, khususnya menjelang Nataru.