Kemenko PM Gelar Pasar 1001 Malam Dongkrak Ekonomi UMKM

admin.aiotrade 10 Des 2025 4 menit 10x dilihat
Kemenko PM Gelar Pasar 1001 Malam Dongkrak Ekonomi UMKM

Inisiatif Pasar 1001 Malam untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM

Pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia (Kemenko PM) sedang mempersiapkan inisiatif baru yang diberi nama Pasar 1001 Malam. Program ini dirancang untuk memanfaatkan aset-aset yang selama ini tidak digunakan atau "tidur" milik negara dan BUMN menjadi ruang usaha serta pusat aktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf). Ide ini muncul sebagai jawaban terhadap kebutuhan mendasar pelaku usaha mikro akan lokasi strategis dan biaya sewa yang terjangkau.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Kemenko PM, biaya ritel di kota mencapai Rp782.000 per meter persegi. Hal ini membuat UMKM kesulitan berkembang. Selain itu, rata-rata pendapatan UMKM hanya sebesar Rp2 juta per bulan, menunjukkan adanya kesenjangan produktivitas. Padahal, UMKM dan ekraf berkontribusi hingga 69,87% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional.

Untuk itu, pemerintah melihat perlunya pemanfaatan aset-aset tersebut agar bisa membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM dapat tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja. Konsep Pasar 1001 Malam mengusung model creative compound yang dikelola oleh pihak ketiga melalui mekanisme kerja sama resmi.

Konsep ini direncanakan akan dimanfaatkan oleh 20% usaha baru/ritel mikro, 30% usaha menengah, dan 50% usaha mapan. Fasilitas yang disediakan mencakup ruang kerja bersama, akses internet, area display, studio foto dan video, area kuliner, serta ruang kreatif.

Tahap Awal dan Lokasi yang Ditargetkan

Tahap awal program ini akan fokus pada kota-kota dengan aset-aset strategis yang belum dimanfaatkan. Salah satu kota yang dipilih adalah Bandung, dengan pemanfaatan aset milik PT KAI dan PT Pos Indonesia. Sejauh ini, sudah ada tiga aset yang telah digunakan oleh UMKM, yaitu aset Peruri seluas 6.500 meter persegi, aset swasta seluas 4.000 meter persegi, dan aset PT Pos Indonesia seluas 4.200 meter persegi.

Asisten Deputi Pemasaran Usaha Masyarakat di Kemenko PM Abdul Muslim menjelaskan bahwa lewat Pasar 1001 Malam, aset-aset negara yang selama ini tidak produktif akan dioptimalkan untuk kanal pemasaran dan transaksi UMKM. “Program ini bertujuan memanfaatkan aset-aset pemerintah yang tidur atau belum optimal penggunaannya,” ujarnya pada Jumat, 21 November 2025.

Dukungan Regulasi dan Kebijakan

Upaya ini akan diperkuat dengan penerbitan Instruksi Presiden 2025 tentang Pemanfaatan Aset Tidur. Menurut Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, instruksi ini akan berlaku bagi aset milik pemerintahan pusat maupun daerah yang saat ini menganggur agar segera difungsikan bagi pemberdayaan UMKM.

“Kalau ada fasilitas yang idle, digunakan sepenuh sebaik-baiknya untuk kepentingan UMKM,” kata Muhaimin pada Rabu, 5 November 2025.

Kendala dan Langkah Penyempurnaan

Langkah ini dianggap penting karena pelaku UMKM selama ini mengalami banyak kendala dalam akses lokasi usaha. Berdasarkan laporan, hanya sekitar 40% UMKM yang memanfaatkan area publik, menandakan masih banyak pelaku usaha yang sulit menjangkau lokasi strategis. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan angka tersebut masih jauh dari optimal. Meskipun pemerintah telah memberikan diskon harga sewa sebesar 30%, ke depannya Kementerian UMKM akan berkoordinasi dan mengevaluasi ketersediaan lokasi dengan Kemenko PM untuk meningkatkan okupansi.

Harapan dan Tujuan Program

Dengan hadirnya Pasar 1001 Malam, diharapkan muncul peluang dan ruang usaha dengan biaya sewa terjangkau, kanal pemasaran legal dan terstruktur, serta jaringan distribusi yang mendukung peningkatan skala usaha. Pemerintah juga berharap inisiatif ini membuka kesempatan kerja baru, memperluas daya jangkau pasar UMKM, dan membantu mengurangi fragmentasi ekonomi yang selama ini terpusat pada ritel besar.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menegaskan bahwa efektivitas program ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, pengelola aset, maupun pelaku usaha.

Evaluasi implementasi, transparansi mekanisme sewa, dan dukungan regulasi menjadi kunci agar Pasar 1001 Malam memberi manfaat bagi ekosistem usaha rakyat. Jika sukses, langkah ini bisa mempertegas posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah Berikutnya dan Evaluasi

Lebih lanjut, pemerintah akan mendata lebih lanjut aset dan pencocokan minat investor di wilayah lain. "Tugas kami menemukan formulasi kebijakan yang benar-benar menjawab permasalahan riil. Banyak UMKM kita belum mampu menembus batas-batas digital karena kurangnya literasi pemasaran modern," kata Leon.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan