
Kemenpora RI Dorong Kewirausahaan Pemuda di Kabupaten Belu
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia melalui Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta terus berupaya mendorong lahirnya wirausahawan muda. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang berbasis pada potensi lokal, khususnya bagi generasi muda.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Belu pada Jumat (7/11/2025) dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay. Acara ini juga dihadiri Asisten Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora RI, Muhammad Adsan, S.IP.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peran Kewirausahaan dalam Pembangunan Ekonomi
Asdep Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Kemenpora RI, Muhammad Adsan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan dan komitmen dalam pengembangan kapasitas pemuda. Ia menekankan bahwa kewirausahaan menjadi salah satu upaya menciptakan dan mengembangkan ide-ide inovatif yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kewirausahaan memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi generasi muda produktif," ujarnya. Menurut Adsan, saat ini jumlah pengusaha muda usia 18-30 tahun di Indonesia baru mencapai 1,61 persen atau sekitar 700 ribu orang dari total 64 juta pemuda. Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju seperti Singapura dan Thailand yang telah mencapai lebih dari 8 persen.
Adsan menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar teori, melainkan langkah konkret untuk mendorong pemuda Belu mengakses peluang usaha melalui permodalan, pemasaran, inkubasi, dan literasi keuangan. "Kewirausahaan tidak hanya soal memproduksi barang, tetapi juga bagaimana menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mental pantang menyerah dan keberanian mengambil risiko bagi calon wirausahawan. "Seorang wirausahawan sejati harus berani gagal, terus mencoba, dan berpikir berkelanjutan. Ketika usaha kita sudah bisa menggaji orang lain, di situlah pembangunan ekonomi mulai bergerak," ujarnya.
Dukungan dari Bupati Belu
Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemenpora terhadap pengembangan kepemudaan di wilayah perbatasan. Ia menilai pelatihan ini menjadi momentum bagi pemuda untuk mandiri dan produktif.
"Kita hadir di sini bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi untuk belajar agar bisa mandiri. Wirausaha bisa dikembangkan lewat berbagai bidang kerajinan, pangan lokal, hingga produksi unggulan daerah," kata Bupati Willy.
Ia juga menyinggung pentingnya sinergi dengan program nasional seperti Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar ekonomi daerah tumbuh dari dalam. "Kalau pemuda tidak mau bekerja, kebutuhan program MBG akan disuplai dari luar. Kita tidak ingin uang ratusan juta keluar dari Belu. Uang harus berputar di daerah kita sendiri," tegasnya.
Bupati Willy berharap, pelatihan ini mampu melahirkan pelaku usaha muda yang siap menjadi produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor ke Timor Leste. "Ke depan, saya ingin melihat pemuda Belu mampu memproduksi barang untuk pasar luar negeri. Ini kesempatan emas, manfaatkan dan terapkan ilmu yang diperoleh," tandasnya.
Peserta dan Narasumber
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan perangkat daerah, narasumber, serta puluhan peserta pelatihan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Belu. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah dan meningkatkan kemandirian pemuda setempat.