Kementerian Sosial tengah menyiapkan berbagai bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir di beberapa wilayah Sumatera. Salah satu bentuk bantuan yang disiapkan adalah pengisian perabotan rumah tangga bagi keluarga korban bencana. Bantuan ini bertujuan untuk membantu warga mengganti perabotan yang rusak atau hilang akibat banjir.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan senilai Rp 3 juta per keluarga. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan dasar rumah tangga seperti peralatan dapur, meja, kursi, dan perlengkapan lainnya. Ia menyampaikan hal ini setelah menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana Sumatera bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain bantuan perabotan rumah, Kementerian Sosial juga sedang merancang pemberian jaminan hidup (jadup) bagi para penyintas bencana. Besaran jaminan hidup yang diusulkan adalah sebesar Rp 10.000 per orang per hari. Namun, besaran tersebut masih dalam proses evaluasi dan belum ditetapkan secara final oleh kementerian terkait.
Menurut Saifullah Yusuf, jika sebuah keluarga terdiri dari lima orang, maka jumlah bantuan jadup yang diterima bisa mencapai Rp 50.000 per hari. Diharapkan bantuan ini dapat diberikan selama tiga bulan. "Besaran akhirnya akan ditentukan setelah melihat kondisi lapangan dan rekomendasi dari kementerian serta lembaga terkait," ujarnya.
Pemerintah juga telah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi untuk membantu keluarga yang terdampak bangkit pasca-bencana. Melalui program ini, setiap keluarga direncanakan menerima bantuan sebesar Rp 5 juta untuk mendukung pemulihan ekonomi mereka.
Selain itu, Kementerian Sosial juga menyalurkan santunan kematian sebesar Rp 15 juta per orang bagi korban meninggal dunia dan santunan luka berat sebesar Rp 5 juta per orang. Di Aceh, Kemensos telah menyerahkan santunan kepada 31 ahli waris korban meninggal dunia, setelah proses verifikasi selesai.
Gus Ipul menambahkan bahwa data penerima bantuan masih bersifat sementara dan didasarkan pada hasil asesmen pemerintah daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pemerintah akan terus memperbarui data agar bantuan pengisian perabotan rumah dan program pemulihan lainnya tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh seluruh korban terdampak banjir di Sumatera.