
Kolaborasi Kementan dan TNI AL dalam Distribusi Bantuan Bencana
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). Dengan kerja sama ini, bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Kementan Peduli dapat mencapai lokasi-lokasi terdampak secara lebih cepat, sehingga masyarakat bisa langsung memanfaatkannya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa dukungan dari TNI AL menjadi faktor penting dalam mempercepat penyaluran bantuan. Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI AL untuk menjangkau wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Menurutnya, pengapalan yang diberangkatkan saat ini merupakan tahap ketiga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat meninjau bantuan Kementan Peduli yang dikirimkan dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa. Setelah melakukan peninjauan, Amran secara resmi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan tahap III yang dikirim menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar-590.
Jenis Bantuan yang Dikirim
Total bantuan tahap III yang diberangkatkan mencapai 70 truk, berisi berbagai kebutuhan dasar masyarakat seperti kasur, minyak goreng, mi instan, sosis, makanan siap saji, sabun, perlengkapan penunjang lain, serta alat penjernih air dan logistik tambahan. Amran menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ia berharap upaya ini bisa berjalan lancar dan akan terus dilanjutkan.
Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan bencana untuk Aceh dan Sumatera dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif lintas kementerian dan lembaga. Untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau lokasi terdampak secara cepat dan tepat, Kementan terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kepala Staf TNI AL (Kasal), Panglima TNI, Kementerian Pertahanan (Kemhan), serta kementerian koordinator (kemenko) terkait.
Bantuan dari Pemerintah dan Sukarela
Amran menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana berasal dari dua sumber, yakni bantuan pemerintah dan sukarela. Bantuan pemerintah meliputi berbagai kebutuhan pokok senilai Rp 1,2 triliun yang bersumber dari negara, antara lain 44.000 ton beras, 6.000 ton minyak goreng, serta kebutuhan lainnya.
Sementara itu, bantuan sukarela dihimpun melalui program Kementan Peduli yang melibatkan pegawai Kementan serta para mitra strategis, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, seperti Bulog, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN, dengan total bantuan mencapai Rp 75 miliar.
Keterlibatan TNI AL dalam Misi Kemanusiaan
Selain membawa bantuan Kementan Peduli, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Makassar-590 juga mengangkut 310 personel marinir. Personel tersebut ditugaskan untuk melaksanakan prarekonstruksi dan rehabilitasi, sebagai bagian dari persiapan rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah tujuan.
Keterlibatan TNI AL dalam misi kemanusiaan ini mendapat pujian dari Amran. Ia mengapresiasi TNI AL yang telah mengerahkan lebih dari 310 personel marinir untuk mendukung distribusi bantuan, serta personel tambahan di atas kapal yang bertugas memastikan kelancaran pengiriman logistik.
Selain itu, KRI Makassar-590 juga memuat sisa bantuan tahap II sebanyak 41 truk dan sisa bantuan tahap I sebanyak 153 paket yang belum terkirim pada periode pengiriman sebelumnya akibat keterbatasan kapasitas muatan. Seluruh bantuan tersebut telah berlayar pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumbar. Selanjutnya, kapal akan menuju Sibolga Sumut dan Aceh untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.