Kementerian Ekonomi Kreatif Bantu Kuatkan Bisnis Radio

admin.aiotrade 15 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Kementerian Ekonomi Kreatif Bantu Kuatkan Bisnis Radio


Jakarta — Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan bisnis radio. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa meskipun dunia digital berkembang pesat, radio tetap memiliki peran penting dalam distribusi konten dan usaha ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Saat ini, jumlah pendengar radio di 10 kota besar Indonesia mencapai 16 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis radio masih memiliki potensi yang besar untuk masa depan, asalkan diiringi dengan inovasi dan kemampuan adaptif dari para pelaku usaha.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Radio tidak lagi dipandang sebagai medium tradisional, tetapi bagian penting dari ekonomi kreatif yang harus mampu mengembangkan model bisnis baru di era digital," ujar Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).

"Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen mendukung penguatan industri radio agar tetap relevan, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dari daerah," tambahnya.

Berdasarkan data dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), nilai belanja iklan di radio mencapai sekitar Rp750 miliar per tahun. Dengan angka tersebut, Menteri Teuku Riefy yakin bahwa bisnis radio masih dapat terus berkembang.

Untuk menegaskan posisi radio di tengah perubahan lanskap media massa, PRSSNI dan Forum Diskusi Radio (FDR) mengadakan Radio Summit XVII di Jakarta Pusat pada 15 November 2025. Pertemuan bertajuk "Radio Is Not Just A Vibe, It’s A Business" itu menghadirkan perwakilan pelaku industri radio dari berbagai daerah, pengiklan, akademisi, dan regulator.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu berharap Radio Summit 2025 bisa mendorong kebangkitan bisnis radio nasional. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar industri radio tetap relevan, tangguh, dan mampu beradaptasi di era digital.

Ketua PRSSNI, M Rafik, menyampaikan bahwa para pelaku usaha radio harus bertindak cepat untuk mengatasi tantangan-tantangan yang hadir bersamaan dengan transformasi digital. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci keberhasilan.

"Kolaborasi adalah kunci. Bersama saja belum tentu mudah, apalagi jika berjalan sendiri. Tapi dengan sinergi antar stasiun radio, asosiasi, dan pelaku kreatif, kita bisa menjadikan radio sebagai kekuatan ekonomi baru," katanya.

Kementerian Ekonomi Kreatif juga berkomitmen mendukung penguatan usaha penyiaran nasional dengan menghadirkan regulasi pendukung dan memfasilitasi kemitraan strategis. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan radio dapat tetap menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan