Kementerian ESDM Uji Jalan B50 Awal Desember

admin.aiotrade 13 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Kementerian ESDM Uji Jalan B50 Awal Desember

Pengujian B50 Dilakukan pada Berbagai Jenis Kendaraan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menjadwalkan uji jalan biodiesel 50 atau B50 yang akan dilaksanakan pada 3 Desember 2025. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian ini akan dilakukan terhadap berbagai jenis kendaraan, seperti kendaraan penumpang, kapal, alat dan mesin pertanian, kendaraan sektor pertambangan, kereta api, serta genset. Meski pengujian dimulai secara serentak, prosesnya akan berakhir dalam waktu yang berbeda-beda.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Beberapa di antaranya membutuhkan waktu dua bulan, empat bulan, enam bulan, bahkan hingga delapan bulan," ujarnya saat berbicara dalam acara Indonesia Palm Oil Conference 2025 di Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 13 November 2025.

Eniya menegaskan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran terkait uji jalan B50. Ia menyatakan bahwa proses ini akan dilakukan dengan transparan, termasuk ketika terjadi masalah. "Jika mesin mengalami kerusakan setelah 50 ribu kilometer, 30 ribu kilometer, atau genset tidak bisa berjalan, kami akan melaporkannya," katanya.

Penerapan B50 pada Semester II 2026

Pemerintah berencana menerapkan pemakaian B50 pada semester kedua tahun 2026. Program ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor solar. Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan kebijakan mandatori biodiesel sejak 2016. Setelah melewati tahap B10, B20, dan B30, campuran biodiesel di Indonesia kini sudah mencapai B40.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak positif bagi petani sawit. Ia juga menyatakan bahwa rencana penerapan B50 telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. "Jika CPO (crude palm oil) dapat dimanfaatkan di dalam negeri, nilai jual petani akan meningkat," katanya.

Kekhawatiran dari Ahli Ekonomi

Meskipun demikian, Guru Besar IPB Bayu Krisnamurti meminta pemerintah untuk berhati-hati sebelum menerapkan B50. Menurut dia, kenaikan campuran dari B40 ke B50 bisa menambah beban subsidi, menekan ekspor CPO, serta memicu kenaikan harga minyak goreng. “Jika tidak hati-hati, daya saing industri sawit bisa turun,” ujar Bayu seperti dikutip Antara, Senin, 20 Oktober 2025.

Bayu berpendapat bahwa keberhasilan B50 bergantung pada keseimbangan tiga hal: kemandirian energi, daya saing ekspor, dan kesejahteraan petani. Berdasarkan simulasi, B50 memang bisa menghemat devisa impor solar hingga Rp 172 triliun, tetapi potensi kehilangan devisa akibat turunnya ekspor CPO bisa mencapai Rp 190 triliun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan