
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa jalan nasional Padang–Bukittinggi melalui jalur Lembah Anai kembali bisa dilewati secara terbatas sejak Selasa, 16 Desember 2025. Jalur utama yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
"Akses ini dibuka untuk kendaraan roda dua dan roda empat setelah adanya percepatan penanganan banjir dan tanah longsor di beberapa titik yang terdampak di Sumatera Barat," ujar Menteri PU Dody Hanggodo melalui keterangan tertulis, Rabu, 17 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Dody, jalur Lembah Anai merupakan tulang punggung konektivitas antar kota di Sumatera Barat. Ia menilai pembukaan akses secara terbatas penting agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan sambil perbaikan permanen terus dilakukan.
"Keputusan membuka akses fungsional terbatas diambil untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik," kata Dody.
Jalur Lembah Anai memiliki peran strategis sebagai penghubung wilayah pesisir barat dan wilayah tengah Sumatera Barat. Selain itu, jalur ini juga menjadi bagian dari koridor Padang–Bukittinggi–Pekanbaru yang mendukung perekonomian regional.
Sebelumnya, terputusnya ruas Lembah Anai memberikan dampak besar pada arus lalu lintas antara Padang–Bukittinggi–Pekanbaru. Kendaraan harus dialihkan melalui rute Padang–Sitinjau Lauik–Solok–Danau Singkarak–Padang Panjang. Kondisi ini menyebabkan kepadatan tinggi, terutama di kawasan Sitinjau Lauik.
Saat melakukan peninjauan di lokasi, Menteri Dody juga menyoroti pentingnya kajian pengembangan jalur alternatif sebagai solusi jangka panjang. Beberapa opsi yang sedang dikaji mencakup kelanjutan Jalan Tol Padang–Sicincin menuju Bukittinggi melalui pembangunan flyover atau terowongan. "Kajian teknis akan dilakukan untuk memastikan akses Padang–Bukittinggi lebih aman dan andal."
Seiring dengan percepatan penanganan bencana, sejumlah akses utama antarwilayah di Sumatera Barat kembali berfungsi. Menurut Dody, beberapa ruas jalan yang telah dapat dilalui antara lain:
- Padang–Pariaman–Lubuk Basung–Pasaman Barat hingga perbatasan Sumatera Utara
- Padang Panjang–Bukittinggi–Lubuk Sikaping hingga perbatasan Sumatera Utara
- Bukittinggi–Payakumbuh menuju perbatasan Riau
Selain itu, akses lain yang kembali berfungsi meliputi:
- Padang–Painan–Indrapura hingga perbatasan Bengkulu
- Padang–Solok–Sawahlunto–Dharmasraya hingga perbatasan Jambi
- Padang–Lubuk Selasih–Surian–Padang Aro menuju perbatasan Jambi
"Terbukanya jalur-jalur ini mendukung distribusi logistik, menjaga layanan publik, dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana," ujar Dody.