
Peringatan Hari Santri di Kota Kediri: Simbol Kebersamaan dan Peran Santri dalam Era Digital
Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri, menjadi momen penting dalam memperingati peran santri sebagai pelaku kebaikan dan penjaga nilai-nilai bangsa. Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Qowim. Ia hadir dalam acara yang berlangsung pada malam hari tanggal 26 Oktober 2025.
Gus Qowim mengajak para santri untuk menjadi agen perubahan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Menurutnya, santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ia menekankan bahwa peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi momentum untuk meneguhkan jati diri santri sebagai penjaga moral dan penerus peradaban.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Santri harus hadir di setiap zaman, termasuk di era digital ini. Jadilah pelopor kebaikan, gunakan teknologi untuk berdakwah dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Gus Qowim.
Ia menilai bahwa santri masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus kreatif, adaptif, dan memiliki literasi digital yang baik. Dengan begitu, santri mampu berkontribusi nyata dalam membangun bangsa di berbagai bidang.
"Santri zaman sekarang harus melek digital, tapi tetap berpegang pada akhlak dan adab pesantren. Modernitas jangan sampai menghapus karakter santri yang santun dan berilmu," tambahnya.
Lebih jauh, Gus Qowim menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pesantren. Upaya ini dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi santri, penguatan pendidikan karakter, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
"Kami terus berupaya agar nilai-nilai pesantren bisa menjadi ruh dalam pembangunan Kota Kediri. Visi Kediri Mapan akan terwujud jika seluruh elemen, termasuk santri, turut bergerak bersama," tutur Gus Qowim.
Usai acara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan Mlaku Bareng Sarungan yang diikuti oleh warga, tokoh agama, dan para santri. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan serta semangat gotong royong masyarakat Pakunden. Lurah Pakunden Lingga Gunawan bersama jajaran tiga pilar juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat Hari Santri dapat menumbuhkan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam menjaga nilai religius sekaligus kemajuan daerah.
Peran Santri dalam Pembangunan Kota Kediri
Santri tidak hanya menjadi pelajar agama, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan masyarakat. Dalam visi Kediri Mapan, santri diharapkan menjadi mitra strategis dalam menciptakan kota yang sejahtera dan harmonis. Pemkot Kediri berkomitmen untuk memastikan bahwa santri tidak hanya mendapatkan pendidikan agama, tetapi juga kesempatan untuk berkembang secara ekonomi dan sosial.
Beberapa inisiatif yang telah diambil antara lain:
- Pelatihan keterampilan digital untuk santri
- Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan
- Pengembangan ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan santri dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
Mlaku Bareng Sarungan: Simbol Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong
Mlaku Bareng Sarungan menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat Pakunden. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, pemangku jabatan, dan santri. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung dalam pembangunan daerah.
Kesimpulan
Peringatan Hari Santri di Kota Kediri tidak hanya menjadi momen untuk merayakan keberadaan santri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran mereka dalam masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, santri diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.