
KEPALA Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi angkat bicara soal reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan terjadi. Ia menilai harapan indeks tembus ke level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.
“Tentunya, bilamana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai,” ujar Inarno dalam konferensi pers secara daring di Jakarta pada Jumat, 9 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya untuk mencermati bahwa pergerakan indeks, selain dipengaruhi oleh faktor fundamental emiten itu sendiri, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, baik dari domestik maupun global. Keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan serta pengelolaan risiko yang baik.
Dari sisi regulator, OJK terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar dan efisien. “Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat, berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” ucapnya.
Sejumlah kebijakan di pasar saham yang juga perlu menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas emiten melalui penyesuaian aturan batas free float saham serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.
Khususnya kebijakan free float, kata Inarno, merupakan kebijakan pendalaman pasar dengan spektrum jangka panjang. Dengan begitu, dalam penyusunannya perlu pertimbangan yang matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk asosiasi hingga investor institusi.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) kini tengah mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan free float secara komprehensif. Kebijakan itu akan mempertimbangkan aspek seperti peningkatan likuiditas, perlindungan investor, minat investor, besaran market cap, daya serap pasar, masa transisi yang sesuai, dan upaya menjaga minat korporasi domestik untuk go public.
“Dengan memperhatikan kondisi dan juga dinamika pasar, kebijakan free float ini rencananya kita terbitkan pada tahun 2026. Tentunya bertahap,” ucap Inarno.
IHSG sebelumnya ditutup pada level 8.646,94 pada 30 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara month-to-month (mtm) atau 22,13 persen secara year-on-year (yoy). Sepanjang tahun 2025, IHSG membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali.
Adapun level tertinggi IHSG tahun 2025, tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp 16.000 triliun pada tanggal yang sama.
Sedangkan IHSG ditutup di level 8.936,7 pada perdagangan pekan ini. Posisi tersebut menguat 2,16 persen dibandingkan pekan lalu yang berada di level 8.748,1.
“Data perdagangan saham di BEI selama periode 5—9 Januari 2026 ditutup pada zona positif,” ucap Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi pada Jumat, 9 Januari 2026. Pada pekan ini, IHSG mencatat rekor tertinggi sepanjang masa dengan mencapai level 8.994,8 pada penutupan Rabu, 7 Januari 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan keyakinannya IHSG akan terus melanjutkan tren penguatan pada 2026 usai menembus rekor tertinggi 9.000,54 pada perdagangan Kamis pekan lalu. Ia juga menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia. Membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.
Sepanjang tiga bulan terakhir, kata Purbaya, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia. “Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat."