Kepala BGN: Mengapa MBG Harus Gunakan Air Galon?

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Kepala BGN: Mengapa MBG Harus Gunakan Air Galon?


JAKARTA, aiotrade
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa air yang digunakan dalam memasak Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berasal dari air galon atau air yang telah melalui proses sertifikasi. Tujuannya adalah untuk mencegah potensi pencemaran terhadap menu masakan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

"Air yang digunakan pada masak makan bergizi itu harus air yang bersertifikat atau boleh dikatakan air galonan atau isi ulang yang memang sudah melalui proses sertifikasi untuk menghasilkannya," ujar Dadan di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (20/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, banyak kasus gangguan pencernaan disebabkan oleh kualitas air yang buruk. "Karena daerah Indonesia luas, banyak kasus terkait dengan gangguan pencernaan berasal dari air," tambahnya.

Dadan juga akan menerapkan sejumlah kebijakan guna mencegah kejadian keracunan terkait MBG terulang. Salah satu kebijakan tersebut adalah pengurangan jumlah penerima manfaat MBG. Dengan demikian, dalam satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya akan menangani 2.000-2.500 penerima manfaat.

"Penerimaan manfaatnya rata-rata antara 2.000 sampai 2.500. Dan boleh dilanjutkan sampai 3.000, kalau di SPPG itu ada ahli masak yang bersertifikat," ucap dia.

Selanjutnya, BGN meminta SPPG baru didampingi juru masak profesional dalam lima hari pertama operasi. "Kita minta ada juru masak profesional yang akan mendampingi terutama SPPG-SPPG baru selama 5 hari. Dan kalau kurang, bisa dilanjutkan," ujar Dadan.

Dadan menambahkan, BGN juga sedang berusaha melengkapi seluruh SPPG dengan rapid test untuk menguji bahan baku. Berkaca dari Jepang yang sudah 100 tahun berpengalaman soal makan bergizi, sebanyak 90 persen gangguan pencernaan muncul karena kualitas bahan baku.

"Nah, kemudian kita juga butuh rapid test agar hasil masakan bisa dites di sekolah sebelum dibagikan sehingga kita bisa tahu makanan itu masih berkualitas atau tidak," ucap dia.

Tak hanya itu, BGN juga akan melengkapi seluruh SPPG dengan alat sterilisasi food tray. Diharapkan langkah-langkah ini dapat mencegah terjadinya masalah dalam implementasi program MBG.

"Yang sekarang ini banyak SPPG sudah punya, tapi kita akan lengkapi seluruhnya. Sehingga food tray itu setelah dicuci bisa dikeringkan dalam waktu 3 menit dengan suhu 120 derajat," ujar dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan