Kepala BGN Minta Maaf Atas Penganiayaan Wartawan oleh Petugas Dapur MBG di Jaktim

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Kepala BGN Minta Maaf Atas Penganiayaan Wartawan oleh Petugas Dapur MBG di Jaktim

JAKARTA, aiotrade
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf atas tindakan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tindakan tersebut dilakukan terhadap seorang wartawan yang sedang meliput kegiatan dapur makan bergizi gratis (MBG).

Peristiwa ini terjadi saat pewarta sedang melakukan peliputan di lokasi MBG yang disiapkan oleh SPPG untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa SD Negeri 1 Gedong, Pasar Rebo. Dugaan keracunan yang terjadi di sekolah tersebut menjadi alasan utama wartawan untuk mengunjungi tempat tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dadan mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai insiden tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa BGN akan segera melakukan investigasi lebih lanjut.

"Saya belum dapat laporan resmi, tapi kami meminta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu," ujar Dadan saat diwawancara oleh awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Ia juga menekankan bahwa BGN tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. "Kami sedang mencari kebenaran peristiwa itu dan tidak membenarkan bentuk kekerasan dalam bentuk apapun," tambahnya.

Selain itu, Dadan membantah anggapan bahwa SPPG sulit diliput oleh media massa. Menurut dia, jika ada awak media yang ingin melakukan peliputan, pihaknya akan dengan senang hati memberikan izin.

"Jadi, memberikan pengetahuan terlebih dahulu karena itu kan terkait dengan aspek higienis itu," jelas Dadan.

"Jadi, kalau tiba-tiba masuk, meliput, tidak menggunakan APD kan menyalahi prosedur," imbuhnya.

Sebelumnya, dua wartawan yang sedang melakukan peliputan di SPPG Pasar Rebo dilaporkan mengalami penganiayaan. Salah satu dari mereka bahkan dicekik oleh seorang pria.

Salah satu reporter, Munir, mengungkapkan bahwa dirinya datang ke SPPG karena tidak mendapatkan informasi lanjutan dari SD Negeri 1 Gedong, tempat keracunan MBG terjadi. Ia kemudian memutuskan untuk meminta konfirmasi langsung kepada SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi di sekolah tersebut.

Beberapa poin penting terkait insiden ini antara lain:
Petugas SPPG Pasar Rebo dilaporkan menganiaya wartawan yang sedang melakukan peliputan.
Wartawan tersebut sedang mengonfirmasi dugaan keracunan di SD Negeri 1 Gedong.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh petugas.
BGN menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun tidak akan diterima.
Dadan membantah anggapan bahwa SPPG sulit diliput oleh media.
Jika ada awak media yang ingin melakukan peliputan, pihak SPPG akan memberikan izin.
* Penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib dipatuhi selama proses peliputan.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hubungan antara lembaga pemerintah dan media massa dalam menjalankan tugas masing-masing. Diperlukan transparansi dan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada tindakan yang tidak sesuai.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan