Kepala BPBD Berganti, Posko Bencana Mamuju Tengah Tetap Beroperasi

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Kepala BPBD Berganti, Posko Bencana Mamuju Tengah Tetap Beroperasi
Kepala BPBD Berganti, Posko Bencana Mamuju Tengah Tetap Beroperasi

Pergantian Kalaksa Tidak Pengaruhi Operasional Posko Siaga Darurat Bencana Mamuju Tengah

Pergantian pimpinan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah tidak mengganggu operasional Posko Siaga Darurat Bencana. Hal ini diungkapkan oleh Muh. Yahya Saleh, yang kini menjabat sebagai Kalaksa baru. Ia menyatakan bahwa peralihan tugas dari Sigit Dwi Hastono kepadanya pada 16 Desember 2025 tidak memengaruhi kesiapsiagaan BPBD dalam menghadapi ancaman bencana.

Yahya menekankan bahwa komitmen untuk menjaga posko siaga tetap berjalan normal adalah prioritas utama. Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap berada dalam posisi siaga dan menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan penuh sumber daya manusia dan peralatan dalam mengantisipasi berbagai jenis bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Aktivitas Pemantauan dan Penyebaran Informasi Terus Dilakukan

Posko Siaga Darurat Bencana terus melakukan aktivitas pemantauan wilayah rawan, pengukuran debit air sungai, dan penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara intensif untuk memastikan masyarakat dapat segera merespons jika terjadi kondisi darurat.

Selain itu, kolaborasi antara berbagai instansi juga menjadi bagian penting dalam operasional posko. Personel dari BPBD, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor terkait kebencanaan bekerja sama untuk memperkuat kapasitas mitigasi dan kecepatan respons dalam situasi darurat.

Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Sebelumnya, Sigit Dwi Hastono juga telah menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan berkelanjutan, terutama selama musim hujan di daerah rawan bencana Kabupaten Mamuju Tengah. BPBD Mamuju Tengah kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca. Masyarakat diminta untuk selalu mengutamakan informasi dari kanal resmi BPBD dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan indikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan bencana di Kabupaten Mamuju Tengah dapat tetap berjalan optimal, tanpa terpengaruh oleh transisi kepemimpinan internal.

Kolaborasi Lintas Instansi Memperkuat Mitigasi Bencana

Kolaborasi lintas instansi menjadi salah satu faktor kunci dalam memperkuat mitigasi bencana. Dengan melibatkan berbagai lembaga dan organisasi, posko siaga dapat lebih efektif dalam merespons ancaman bencana. Keberadaan personel dari berbagai instansi tersebut membantu mempercepat proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan tindakan darurat.

Selain itu, penggunaan teknologi dan sistem informasi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana. Pengukuran debit air sungai dan pemantauan wilayah rawan dilakukan dengan menggunakan alat dan metode yang akurat dan terpercaya.

Kesimpulan

Pergantian Kalaksa di BPBD Mamuju Tengah tidak mengganggu operasional Posko Siaga Darurat Bencana. Justru, hal ini menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga kesiapsiagaan dan kesiapan menghadapi ancaman bencana. Dengan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan bencana di kabupaten ini dapat terlaksana secara optimal.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan