
Klarifikasi Camat Air Periukan Pasca Penggerebekan
Sebuah insiden yang menimpa Camat Air Periukan, HA (43), akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak terkait. Insiden ini mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Seluma dan memicu reaksi keras dari masyarakat serta tokoh setempat.
Pada Senin (15/12/2025), saat inspeksi mendadak Wakil Bupati Seluma, Gustianto, di Kantor Kecamatan Air Periukan, HA menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang telah terjadi. Ia juga memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan yang disebutkan oleh warga saat penggerebekan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peristiwa Penggerebekan
Sebelumnya, HA digerebek warga sedang berduaan dengan Guru PPPK berinisial YR (35) di sebuah kamar kos di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, Seluma, pada Senin (8/12/2025) petang. Penggerebekan ini dilakukan oleh warga setempat, termasuk suami YR, yang merasa curiga akan hubungan antara HA dan YR.
Saat ditemukan, HA dan YR hanya berduaan di dalam kamar, dengan HA tidak lagi mengenakan pakaian lengkap. Hal ini memicu kemarahan massa sebelum akhirnya keduanya diamankan aparat. Sepeda motor yang digunakan HA sempat diamankan dan dibawa ke Polsek Kampung Melayu, sementara HA tidak diamankan karena lokasi kosan masuk wilayah Kabupaten Seluma.
Proses Penyelesaian Masalah
Setelah diamankan, HA dan YR dibawa ke Balai Desa untuk mediasi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa HA dan YR memiliki hubungan iparan jauh, sehingga proses penyelesaian dilakukan tanpa melibatkan pihak berwajib.
Warga juga meminta keduanya melakukan ritual cuci kampung sebagai bentuk pengakuan kesalahan. Kesepakatan ini disepakati bersama perangkat desa dan pengurus adat Desa Riak Siabun.
Tanggapan Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat Kecamatan Air Periukan, Kirman Efendi, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan HA. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang baik dan telah mencoreng nama baik masyarakat serta Kabupaten Seluma.
Kirman menegaskan bahwa perbuatan HA tidak bisa ditolerir dan meminta agar diberlakukan sanksi adat sesuai norma dan aturan yang berlaku. Ia juga mendukung langkah Bupati Seluma yang menonaktifkan HA sebagai Camat Air Periukan.
Pelayanan di Kantor Kecamatan
Sementara itu, Wakil Bupati Seluma, Gustianto, menekankan bahwa pelayanan di Kantor Kecamatan Air Periukan harus tetap berjalan maksimal kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa semua pegawai harus menjaga pergaulan, moral, dan etik sebagai ASN.
Sekretaris Kecamatan Air Periukan, Yengki Nasrul Hermawan, menegaskan bahwa pelayanan tetap berjalan tanpa kendala. Semua layanan kepada masyarakat dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi serta standar operasional prosedur yang berlaku.
Proses Hukum dan Tindakan Lanjutan
Camat HA diminta untuk menyampaikan pembelaan kepada tim Adhoc Inspektorat karena saat ini proses perkara ini sedang dilaksanakan oleh Inspektorat. Wakil Bupati juga menekankan agar peristiwa ini menjadi hikmah dan pelajaran bagi seluruh aparatur sipil negara.
Dari informasi yang dihimpun, HA diketahui telah berjanji untuk bertemu dengan YR pada hari penggerebekan. Setelah hadir di kantor kecamatan, HA menggunakan mobil dinas untuk menuju Kota Bengkulu, lalu berganti sepeda motor untuk menemui YR di kosan.