
Kesetaraan Pendidikan untuk Perwira Polri
Di dalam sistem pendidikan dan pelatihan kepolisian, terdapat berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para perwira. Salah satu program tersebut adalah Diklat PIM 1, yang merupakan pendidikan bagi pegawai negeri sipil yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negana. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan calon-calon eselon satu di berbagai lembaga negara.
Dalam sebuah rapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen Jakarta, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menjelaskan bahwa lulusan Diklat PIM 1 memiliki kesempatan karir yang sama seperti lulusan Sespimti Polri atau Lemhannas. Ia menegaskan bahwa saat ini di Lemdiklat Polri, ada lulusan Diklat PIM 1 yang mencapai pangkat bintang 2 hingga bintang 3.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ada jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yang bukan lulusan Sespimti," ujar Chryshnanda. Ia juga menyebut bahwa Sespimti, Lemhannas, PIM 1, dan Sesko TNI sudah berada pada posisi yang setara, setingkat.
Perspektif dari Anggota DPR
Sebelumnya, dalam rapat yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga mengungkapkan bahwa perwira lulusan Diklat PIM 1 sering mengalami kesulitan dalam menduduki jabatan strategis di Korps Bhayangkara. Ia menyampaikan bahwa banyak keluhan yang ia terima, bahwa lulusan Diklat PIM 1 hanya bisa mencapai pangkat bintang 1 atau Brigadir Jenderal.
"Keluhan yang kita dengar, masuk Diklat PIM 1 itu nggak boleh jadi Kapolda, nggak boleh bintang dua, hanya bintang satu saja. Nah ini ada apa? Saya kira nggak benar ini," kata Mangihut Sinaga.
Menurutnya, Diklat PIM 1 yang diikuti calon pimpinan lembaga harus diserap secara setara oleh institusi kepolisian. Dengan kesetaraan tersebut, para perwira menengah akan lebih semangat dalam menempuh pendidikan apapun.
Penilaian terhadap Perwira Menengah
Mangihut Sinaga menilai bahwa perwira menengah polisi yang mengikuti Diklat PIM 1 adalah personel yang tidak mendapatkan kuota untuk mengikuti pendidikan di Sespimti atau Lemhannas, meskipun memiliki kualitas yang baik.
"Saya kira ada disparitas yang tidak masuk logika, dalam rangka nasib daripada teman-teman yang sudah berjuang mencari pendidikan tertinggi lagi, tapi di jabatan karir selanjutnya hanya Brigjen," katanya.
Kedudukan Pendidikan di Institusi Kepolisian
Dari penjelasan Chryshnanda Dwilaksana, terlihat bahwa sistem pendidikan dan pelatihan di kepolisian memberikan ruang yang sama bagi berbagai lulusan program pelatihan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua perwira memiliki kesempatan yang setara dalam meraih jabatan strategis dan meningkatkan kinerja organisasi.
Dengan adanya kesetaraan dalam pendidikan, diharapkan dapat mendorong motivasi dan kompetensi para perwira, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pengamanan dan pelayanan masyarakat. Kedepannya, penting bagi institusi kepolisian untuk terus memperkuat sistem pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia guna menciptakan lingkungan kerja yang seimbang dan profesional.