Kepala OJK Sebut Peluang Tumbuh Sektor Jasa Keuangan di Jatim

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Kepala OJK Sebut Peluang Tumbuh Sektor Jasa Keuangan di Jatim


aiotrade, SURABAYAKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan bahwa terdapat potensi besar dari perkembangan sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, dengan posisi geografis yang strategis dan dukungan dari berbagai pihak terkait, Jawa Timur memiliki kemampuan untuk menjadikan sektor jasa keuangan sebagai pengungkit utama dalam meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB). Mahendra, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia ini juga menegaskan bahwa peran sektor jasa keuangan terhadap perekonomian tidak bisa dipandang remeh. Dia melakukan perhitungan, jika seluruh aset yang bergerak di lembaga jasa keuangan di Indonesia digabungkan, nilainya bisa mencapai sekitar 145% dari produk domestik bruto (PDB) dan melebihi perekonomian nasional.

Di negara lain, total aset sektor jasa keuangannya bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat dari PDB. Jadi untuk provinsi seperti Jawa Timur yang sangat dinamis dengan perdagangan, perhubungan, dan menjadi transit, hub logistik nasional, sudah pantas untuk sektor jasa keuangannya juga jauh berlipat kali lebih besar, bahkan dari PDRB-nya sendiri, jelasnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mantan Wakil Menteri Keuangan ini juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur memainkan peran strategis sebagai lokomotif perekonomian nasional. Selain menjadi pusat industri dan perdagangan, Jawa Timur menjadi penghubung bagi perekonomian di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur.

Jawa Timur bukan hanya lokomotif untuk provinsi dan kabupaten atau kota di sekitarnya, tetapi juga gerbong besar perekonomian nasional. Perannya sebagai hub logistik, komunikasi, perhubungan, dan perdagangan menjadi basis kuat bagi peningkatan efektivitas inklusi dan literasi keuangan, terangnya.

Mahendra menegaskan bahwa untuk mewujudkan potensi besar tersebut, peningkatan literasi dan inklusi keuangan terhadap masyarakat menjadi faktor utamanya. Dia menyoroti program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang saat ini telah menjangkau sekitar 86% dari pelajar nasional, dan menjadi modal dasar yang kuat bagi peningkatan utilisasi sektor jasa keuangan di masa depan.

Bukan hanya untuk simpanan, tetapi juga untuk pembiayaan investasi di pasar modal, pasar saham, obligasi, asuransi, pembiayaan saat beli kendaraan, juga fungsi-fungsi penjaminan, dan banyak lagi. Ini yang akan melipatgandakan suatu perekonomian berkali-kali lebih besar dari PDRB-nya, ungkap Mahendra.

Sebagai gambaran, Statistik Perbankan OJK per Juni 2025 mencatat bahwa total dana pihak ketiga (DPK) di Jawa Timur mencapai Rp792,84 triliun atau 8,5% terhadap total. Dari sisi penyaluran kredit, realisasinya mencapai Rp594,94 triliun pada periode yang sama.

Mahendra pun berharap bahwa angka literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Jawa Timur terus membaik. Kondisi ini akan membuka peluang bagi dampak sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kita sudah punya fondasi kuat dari sisi literasi dan inklusi. Sekarang saatnya mendorong utilisasi agar manfaatnya bagi sektor jasa keuangan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan